Sukses

Terapkan Aplikasi e-Tilang, Pemkab Kediri Siap Jadi Smart City

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Kediri bekerjasama dengan PT Trimaxindo Abadi dan Microsoft Indonesia memperkenalkan aplikasi elektronik tindakan langsung (e-Tilang).

Aplikasi e-Tilang diklaim mampu menjadi solusi menjawab kebutuhan masyarakat dalam melakukan pembayaran sanksi tilang di tempat secara resmi dengan cepat, mudah, aman, dan nyaman. \Selain itu, penerapan aplikasi e-Tilang ini diharapkan akan dapat mengantar Kabupaten Kediri selangkah lebih dekat menuju status Kota Pintar (Smart City).

Ketika terjadi pelanggaran lalu lintas, petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) akan memberikan surat tilang sekaligus menunjukkan aplikasi e-Tilang di perangkat mobile.

Kemudian, pelanggar dapat langsung membayar denda melalui jaringan internet banking BRI. Proses tilang menjadi lebih ringkas karena pelanggar tidak perlu lagi datang ke pengadilan untuk membayar denda.

“Pemanfaatan aplikasi e-Tilang secara otomatis memotong birokrasi di lapangan, sekaligus menghilangkan peluang terjadinya pungutan liar. Aplikasi ini menjadi wujud sinergi antarlembaga di Kabupaten Kediri serta menunjukkan integritas para aparat,” ujar AKBP Akhmad Yusep Gunawan, Kapolres Kabupaten Kediri dalam pernyataannya kepada Tekno Liputan6.com.

Penerapan aplikasi e-Tilang merupakan kelanjutan dari penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU) program Electronic Criminal Justice System (e-CJS Plus) yang disosialisasikan pada 11 Oktober 2016 silam.

Program inovasi berbasis teknologi informasi unggulan Kepolisian Resor (Polres) Kediri yang terdiri dari e-Tindak Pidana Ringan (e-Tipiring), e-Sidik, dan e-Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (e-SP2HP) ini menjadi langkah awal Kabupaten Kediri menuju Electronic Government (e-Gov), sebuah indikator Smart City.

Hermanto, Chief Technology Officer, PT Trimaxindo Semesta Abadi mengatakan, "Melihat kebutuhan akan solusi cepat dengan segala tantangan dalam proses pengembangannya, Azure merupakan platform yang sesuai untuk mengantarkan aplikasi menjadi sebuah solusi.”

Sebelumnya, Microsoft bersama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Universitas Gadjah Mada mengadakan ‘Simposium Smart City 2016’ di Yogyakarta pada 7–9 September 2016, yang terdiri dari panel diskusi dan Smart City Training yang melibatkan 40 kota.

Tujuan pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan tentang permasalahan urban yang terjadi hari-hari ini serta bagaimana menyelesaikannya dengan implementasi Smart City di berbagai bidang, seperti manajemen kebijakan publik dan tata kota.

Peter Lydian Sutiono, Public Sector Director, Microsoft Indonesia menambahkan, “Kami sangat mengapresiasi inovasi teknologi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten dan Polres Kediri. Pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat setempat perlu bekerjasama untuk mempersiapkan Kediri menjadi Smart City - salah satunya dengan memanfaatkan teknologi untuk menjaga ketertiban berlalu lintas dan mewujudkan keamanan berkendara. Dengan sinergi yang kokoh, teknologi sebagai platform siap mendukung langkah-langkah menuju Smart City di berbagai aspek.”

(Why/Ysl)

Loading