Sukses

Cuaca Buruk Tunda Pendaratan Discovery

Liputan6.com, Cape Canaveral: National Aeronautics and Space Administration (NASA) menunda kepulangan pesawat ulang-alik Discovery hingga Jumat (11/9) waktu setempat. Penundaan dilakukan lantaran cuaca buruk di lokasi pendaratan di Florida, Amerika Serikat (AS). Demikian dikatakan pejabat NASA sehari sebelumnya.

Seperti diwartakan Reuters, direktur penerbangan telah dua kali berusaha membawa pulang Discovery dari misi memasok Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) selama 13 hari. Kendati demikian, upaya tersebut terhalang oleh hujan dan angin dingin di Kennedy Space Center, Pulau Merritt, Brevard, Florida, Amerika Serikat. Padahal awalnya, Discovery dijadwalkan bertolak dari ISS sejak Selasa[baca: Discovery Bertolak Pulang].

Jadwal ulang pendaratan diatur menjadi Jumat, 21.48 waktu GMT atau 12 September pukul 04.48 WIB. Sedangkan waktu pendaratan cadangannya adalah 23.23 waktu GMT atau 12 September pukul 06.23 WIB. Selain itu, NASA juga akan membuka lokasi pendaratan cadangan di Pangkalan Angkatan Udara Edwards di California, AS.

Sebelumnya pada Kamis, kru pesawat harus mengubah orbit kapal menjauhi puing-puing ruang angkasa yang tidak dikenali. Kendati demikian, NASA memperkirakan bahwa puing-puing itu berasal dari pesawat ulang-alik atau stasiun ruang angkasa pada Sabtu silam selama misi perjalanan luar angkasa terakhir dari tiga awak Discovery.

Selama sembilan hari Discovery berlabuh di ISS, dua potong puing orbital lainnya sempat mengakibatkan para teknisi kewalahan saat mempersiapkan pengelakan dari manuver tersebut. Kendati demikian, belakangan upaya tersebut dipastikan sia-sia. Pasalnya, akhirnya puing-puing itu berhasil diidentifikasi sebagai bagian dari motor roket Eropa dan fragmen satelit cuaca usang Cina yang dihancurkan pada Januari 2007 pada masa pengecaman uji coba senjata secara luas.

Discovery melesat semenit sebelum tengah malam pada 28 Agustus. Pesawat ini membawa lebih dari 7,5 ton makanan, peralatan laboratorium, percobaan ilmiah, suku cadang, treadmill hingga tempat tidur baru kru stasiun ruang angkasa yang bernilai US$ 100 miliar dan merupakan proyek dari 16 negara. Setelah lebih dari satu dekade dibangun, ISS kini hampir selesai.

Saat Discovery siap kembali ke Bumi, sebuah kapal kargo Jepang justru lepas landas dalam debut penerbangannya ke stasiun ruang angkasa.
 H-2 Transfer Vehicle (HTV) meluncur dari Pusat Antariksa Tanegashima di selatan Jepang, di atas roket H-2B. Peluncuran yang disiarkan NASA melalui televisi ini menandai tonggak utama industri antariksa Jepang dan merupakan kunci sumber daya untuk program stasiun angkasa luar yang akan segera kehilangan kapasitas kargo pesawat ulang-alik AS yang cukup besar.

Armada pesawat sedang diistirahatkan demi pertimbangan keamanan dan biaya operasi yang cukup tinggi setelah enam misi lagi ke stasiun ruang angkasa. Pesawat bernilai US$ 680 juta atau Rp 6,7 juta itu diperkirakan mencapai stasiun ruang angkasa pada 17 September mendatang. HTV juga telah dibekali dengan lebih dari tiga ton makanan, peralatan, persediaan dan eksperimen, termasuk dua alat pemantau Bumi yang akan membantu melacak perubahan iklim.(DIO)