Sukses

Seluk Beluk Venture Capitalist sebagai Sumber Pendanaan Startup

Liputan6.com, Jakarta - Pendanaan dari pemodal ventura (venture capitalist/VC) sejauh ini merupakan cara yang paling dikenal untuk meningkatkan modal bagi startup.

Menurut Alex Oppenheimer dari New Enterprise Associates, yang dikutip dari Tech Republic, Rabu (30/12/2015), langkah pendanaan dari pemodal ventura dimulai dengan menetapkan harapan Anda.

"Saya pikir Anda harus terlebih dahulu berasumsi bahwa Anda akan mendapatkan apa yang Anda harapkan dari modal ventura. Itu meliputi investor yang memiliki nilai tambah, anggota dewan perusahaan yang produktif, manfaat portofolio, modal lanjutan, bimbingan, akses terhadap pakar, dan peliputan media," Oppenheimer menjelaskan.

Hal tersebut, ucap Oppenheimer, merupakan nilai kunci yang ditambahkan VC tradisional. Akan tetapi, tidak semua VC sama dan tidak semua VC bersedia atau mampu memberikan hal tersebut bagi perusahaan untuk sejumlah alasan.

Menurut Peyton Worley dari Cooley LLP, sebagian besar perusahaan yang ia wakili mengejar investasi modal ventura daripada jenis lain.

Alasannya adalah VC dan perusahaan-perusahaan di belakang mereka dibentuk untuk membantu Anda untuk tumbuh dan berkembang.

Selain itu, kata Worley, tugas mereka adalah memastikan perusahaan Anda meraup keuntungan karena itu berarti perusahaan mereka akan menghasilkan uang.

Dengan VC, Anda terjun ke dalam 'kolam' modal yang lebih besar. Menurut Aaron Harris dari Y Combinator, jika Anda bekerja dengan sebuah perusahaan VC besar yang memercayai Anda, akan lebih mudah untuk menaikkan uang dalam jumlah besar.

"Sebagai pendiri, tujuan utama Anda dalam hidup adalah membangun perusahaan Anda, bukan menghabiskan waktu penggalangan dana," Harris menegaskan.

Venture kapitalis biasanya mencadangkan tambahan modal untuk putaran investasi lanjutan. Hal ini bermanfaat bagi perusahaan yang memiliki landasan pacu yang panjang atau perlu lebih banyak waktu untuk membangun bisnis mereka.

Nilai besar lain yang disediakan VC adalah akses terhadap jaringan VC bagi karyawan atau klien untuk menggunakan produk atau jasa yang sedang Anda bangun.

"Sekarang ini modal mungkin merupakan hal paling penting yang mereka bawa. Mereka membawa banyak pengalaman. Banyak dari mereka juga membawa keahlian tertentu. Banyak dari mereka juga merupakan pengusaha. Mereka sudah berada di sana, mereka telah melakukan apa yang Anda lakukan. Mereka mengetahui kesulitan tersembunyi bahwa orang-orang mencoba untuk memulai perusahaan dan menjadi wajah sukses," ujar Bobby Franklin, President and CEO National Venture Capital Association (NVCA).

Kendati demikian, ada beberapa risiko dalam mengambil modal ventura. Salah satunya ketika mengambil VC awal. Ada potensi bahwa Anda bisa menilai perusahaan Anda terlalu tinggi, yang akan memengaruhi Anda di putaran pendanaan berikutnya.

Aturan seputar investasi VC biasanya sedikit lebih ketat dan ada jangka waktu untuk pengembalian investasi di perusahaan Anda.

"Setiap startup memiliki kebutuhan yang unik. Beberapa dari mereka akan lebih cocok untuk crowdfunding, beberapa lainnya akan lebih cocok untuk Venture Capitalist, dan beberapa lainnya mungkin akan lebih cocok untuk Angel Investor," tutur Franklin.

Apa pun jenis pendanaan yang Anda kejar, pastikan Anda memiliki rencana terkait pendanaan tersebut, sehingga Anda dapat menargetkan investasi yang tepat untuk perusahaan Anda.**



(Why/Isk)