Sukses

Informasi Negara

  • NamaBelgia
  • Ibu KotaBrussels
  • Hari Jadi4 Oktober 1830
  • Diakui19 April 1839
  • Menjadi bagian Uni Eropa1 Januari 1958
  • BahasaBelanda, Perancis, Jerman
  • PemerintahanMonarki Konstitusional
  • RajaPhilippe
  • Perdana MenteriCharles Michel
  • LegislatifParlemen Federal
  • Majelis TinggiSenat
  • Majelis RendahChamber of Representatives
  • Luas Area30,528 km2
  • Populasi (Januari 2016)11,250,585 jiwa
  • Kepadatan363.6 jiwa/km2

Berita Terkini

Lihat Semua
Topik Terkait

    Belgia ialah sebuah negara yang terletak di bagian barat benua Eropa. Belgia merupakan negara anggota dari pendiri Uni Eropa dan menjadi ibu kota untuk Uni Eropa dan organisasi internasional lainnya, termasuk NATO. Negara ini memiliki luas area sebesar 30,528 km2 dengan populasi sebanyak 11,250,585 jiwa per/Januari 2016 dengan kepadatan 363.6 jiwa/km2. Negara ini terletak di perbatasan dua budaya, yakni Jermanik dan Latin. Negara ini ialah sebuah negara dari dua kelompok etnik yaitu Flandria dan Perancis yang sebagian besarnya ialah Waloon dan sekelompok kecilnya adalah berbicara bahasa Jerman.

    Belgia memiliki sususan kepemerintahan Monarki Federal yang dipimpin oleh Raja Philippe dengan Perdana Menteri Charles Michel. Nama Belgia berasal dari Gallia Belgica, yaitu sebuah provinsi Roman di area selatan. Masyarakat Belgia dikenal merupakan suatu campuran dari etnik Kelt san orang-orang Jerman. Dari sejarahnya, negara Belgia, Belanda, dan Luksemburg dikenal sebagai negara-negara bawah, yang dahulunya menempati area yang lebih luas dari kelompok negara-negara Benelux sekarang ini. Sejak abad pertengahan ke -17, daerah tersebut sudah menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan. Negara ini juga disebut sabagai Lapangan Perang dari Eropa atau kokpit Eropa, karena sejak abad 16 hingga revolusi Belgia yang terjadi di tahun 1830, banyaknya terjadi perang saudara yang memperebutkan kekuatan Eropa dan sering terjadinya di area negara ini, Belgia.

    Eutanasia pada Anak di Bawah Umur di Belgia Jadi Kontroversi


    Seorang pasien berusia 17 tahun menjadi anak pertama yang meninggal dengan eutanasia di Belgia, setelah negara tersebut mengadopsi aturan baru pada 2014 di mana tak ada batasan usia untuk melakukan tindakan itu. Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh pejabat setempat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) IV Daring, eutanasia merupakan tindakan mengakhiri dengan sengaja kehidupan makhluk (orang ataupun hewan piaraan) yang sakit berat atau luka parah dengan kematian yang tenang dan mudah atas dasar perikemanusiaan. Tindakan tersebut membuat Belgia menjadi satu-satunya negara di mana anak-anak segala umur bisa memilih untuk mendapat suntikan mematikan. Hukum yang disahkan oleh parlemen menegaskan bahwa anak-anak harus mengalami penderitaan fisik tak tertahankan sebelum eutanasia bisa dipertimbangkan. Saat ini kepala komite nasional untuk eutanasia mendiskusikan kasus pertama itu. Ketua Federal Control and Evaluation Committee on Euthanasia Belgia, Wim Distelmans, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kasus pertama tersebut dilaporkan kepada komitenya oleh seorang dokter lokal minggu lalu. Dikutip dari Daily Mail, Senin (19/9/2016), ia menambahkan bahwa dokter tersebut menggunakan sedasi paliatif ketika pasien dalam kondisi koma. "Untungnya hanya sedikit anak-anak yang perlu dipertimbangkan (untuk eutanasia), namun itu tak berarti kita harus menolak hak mereka untuk meninggal secara bermartabat," ujar Distelamans kepada Het Nieuwsblad.

    Bom Meledak di Kantor Polisi Belgia


    Sebuah bom meledak di Institut Kriminologi Brussels yang terletak di Neder-Over-Hembeek, di utara ibu kota Belgia. Namun ketika peristiwa tersebut terjadi gedung dilaporkan dalam keadaan kosong. Seperti dilansir BBC, Senin (29/8/2016) tak korban jiwa dalam peristiwa ini. Menurut media lokal, ledakan terjadi sebelum pukul 02.03 waktu setempat. Sesaat sebelum pukul 02.30 waktu setempat, sebuah mobil dilaporkan menabrak pagar bangunan itu. Diperkirakan sekitar satu atau lebih tersangka meledakkan bom di dekat laboratorium. Belum diketahui pasti apa yang terjadi berikutnya dengan para pelaku.

     

    Taylor Swift Menggebrak Lewat Tur Eras. (AP Photo/Ashley Landis)