Transformasi Jadi Kunci Jasa Marga Perkuat Daya Saing dan Layanan Publik

Keberhasilan perusahaan tidak lagi hanya diukur dari panjang jalan tol yang dikelola, tetapi juga dari nilai yang mampu diciptakan bagi masyarakat.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan transformasi menjadi fondasi perusahaan untuk memperkuat daya saing. Menurut dia, upaya tersebut diwujudkan melalui tata kelola yang baik, inovasi, digitalisasi, pengembangan kapabilitas organisasi, serta peningkatan kualitas pelayanan.

“Keberhasilan perusahaan tidak lagi hanya diukur dari besarnya aset atau panjang jalan tol yang dikelola, tetapi juga dari nilai yang mampu diciptakan bagi masyarakat dan negara," kata Rivan, Rabu (15/7).

Rivan memastikan setiap aset, inovasi, dan kilometer jalan tol dikelola secara optimal dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat strategi bisnis melalui prinsip Know Your Customer.

Dia menambahkan, pergeseran orientasi tersebut juga diperkuat melalui perubahan paradigma dari infra as a structure menjadi infra as a culture atau infraculture.

Melalui pendekatan tersebut, Jasa Marga tidak hanya membangun dan mengoperasikan jalan tol, tetapi juga mengembangkan ekosistem infrastruktur transportasi yang mampu memperkuat konektivitas, menggerakkan perekonomian, serta meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan.

“Kami ingin infrastruktur yang dikelola Jasa Marga memberi manfaat lebih besar dari sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Infrastruktur juga harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat kepercayaan publik, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Inilah semangat infraculture yang terus kami bangun,” ujar Rivan.

Rivan mencatat, sebagai pengembang dan operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga menguasai 42 persen pangsa pasar jalan tol komersial yang telah beroperasi atau sepanjang 1.294 kilometer.

"Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, Jasa Marga saat ini mengelola 36 konsesi jalan tol dengan total panjang 1.736 kilometer. Jasa Marga menjadi tulang punggung konektivitas nasional yang melayani sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari," ujarnya.

Berdasarkan capaian tersebut, Rivan menegaskan skala pengelolaan mendorong Jasa Marga untuk terus memperkuat customer experience dalam seluruh proses bisnis. Komitmen itu diwujudkan melalui pengembangan layanan berbasis teknologi, peningkatan keandalan operasional, serta penguatan kualitas interaksi dengan pengguna jalan.

"Salah satu implementasinya dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), pusat kendali operasional berbasis data yang mendukung pemantauan lalu lintas, penanganan insiden serta pengambilan keputusan secara real-time," ungkap Rivan.

Sebagai informasi, kehadiran JMTC memberikan dampak positif bagi pengguna jalan. Pengguna kini dapat merasa lebih aman dan nyaman selama perjalanan karena seluruh kondisi dan data lalu lintas di ruas tol telah terintegrasi untuk mempercepat waktu respons serta penanganan keadaan darurat di lapangan.

Sementara itu, dalam acara Expert Sharing Session yang diselenggarakan di JMTC pada 1 Juli lalu, hadir Akademisi Prof. Mohammed Ali Berawi dan Ekonom Prof. Rhenald Kasali. Keduanya membedah strategi bertema "Up-scaling Customer Experience (CX) Through Smart, Sustainable, and Connected Mobility Ecosystems".

“Mobilitas yang cerdas harus saling terintegrasi dalam sebuah ekosistem. Apa yang dilakukan Jasa Marga sudah sangat baik. Jasa Marga telah memiliki command center yang mengelola data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis teknologi sebagai inovasi layanan digital," jelas Prof. Mohammed Ali Berawi.

"Pengembangan teknologi ini harus diimbangi dengan komitmen terhadap keberlanjutan karena pembangunan hari ini merupakan warisan bagi generasi yang akan datang," tambahnya.

Senada, Prof. Rhenald Kasali menyatakan pendekatan digital di era baru telah mengubah cara masyarakat mengambil keputusan sekaligus melahirkan ekspektasi baru terhadap pelayanan untuk menghadirkan experience yang lebih baik.

"Jasa Marga menyempurnakannya menjadi strategi perusahaan menuju customer experience yang lebih baik, salah satunya melalui aplikasi Travoy," tutupnya.