Sukses

5 Hari Usai Erupsi Semeru, Bank Jatim Lumajang Ikut Pastikan Logistik Pengungsi Terpenuhi

Liputan6.com, Lumajang - Memasuki hari kelima pasca erupsi Gunung Semeru, para pengungsi masih memadati beberapa titik posko darurat. Meski beberapa sudah mulai beraktivitas pada siang hari, namun pada malam hari para pengungsi masih memilih tidur di posko pengungsian lantaran masih khawatir erupsi susulan ataupun banjir lahar dingin.

Untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari, bantuan logistik terus mengalir ke posko utama pengungsian. Seperti salah satunya dari Bank Jatim Cabang Lumajang yang memberikan bantuan makanan siap makan berupa nasi kotak selama beberapa hari.

Pimpinan Cabang Bank Jatim Lumajang Hanif Julhamsyah menyampaikan, pihaknya merespons bencana erupsi Gunung Semeru sejak hari pertama, Minggu 4 Desember 2022, yaitu berupa pemasangan beberapa tenda darurat di sejumlah titik posko darurat. Pihaknya juga menyediakan makanan siap makan untuk mengakomodir kebutuhan para pengungsi dan relawan.

"Begitu kami dapat informasi adanya erupsi, kami segera tanggap, kami sediakan tenda untuk posko darurat, termasuk memberikan bantuan makanan siap makan untuk masyarakat terdampak," ujar dia, Kamis (8/12/2022).

Dikatakan Hanif, bahwa pasca bencana pihaknya juga berkoordinasi dengan BPBD Lumajang terkait kebutuhan pengungsi selama masa tanggap darurat.

"Alhamdulillah bisa kita salurkan keperluannya hari ini," terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya siap untuk menyediakan kebutuhan makanan bagi para pengungsi dan relawan sampai kondisi sudah membaik.

"Kami akan support makanan siap makan berupa nasi kotak selama beberapa hari ke depan untuk para pengungsi dan relawan, ini akan kita sesuaikan dengan kebutuhan selama masa tanggap daruratnya," imbuhnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Status Gunung Semeru Awas

Status Gunung Semeru saat ini masih berada di level IV atau Awas. Untuk itu, masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 17 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 19 km dari puncak.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS