Hafina Okta Dorong Komoditas Daerah Bersaing di Pasar Global

Menembus pasar internasional bukan perkara mudah bagi pelaku usaha di dalam negeri.

Diterbitkan 09 Juli 2026, 22:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menembus pasar internasional bukan perkara mudah bagi pelaku usaha di dalam negeri. Dibutuhkan konsistensi kualitas dan pemahaman mendalam mengenai dinamika ekonomi global agar produk lokal mampu bersaing dengan komoditas dari negara lain.

Hal inilah yang menjadi fokus Hafina Oktaviani. Hafina merupakan seorang pengusaha muda yang kini aktif mengelola ekspor komoditas unggulan daerah ke pasar mancanegara.

Perempuan kelahiran Bandar Lampung ini memimpin PT Hojaya Group International (HOOCOCO) dengan misi memperluas jangkauan produk Indonesia.

Melalui pemanfaatan digitalisasi dan standardisasi produksi, Hafina berupaya memastikan komoditas yang dikirim ke Asia, Timur Tengah, hingga Afrika memiliki daya saing tinggi.

Salah satu produk yang menjadi fokus utama Hafina adalah briket arang kelapa premium, yang kini banyak diminati di pasar internasional.

"Kunci utama dalam mempertahankan pasar ekspor bukan sekadar pada jumlah transaksi, melainkan pada pembangunan kepercayaan jangka panjang dengan para mitra bisnis," ujar Hafina.

 

Nilai Keberlanjutan

Hafina menilai, integritas dan inovasi merupakan fondasi penting agar pengusaha muda Indonesia dipandang profesional di mata dunia.

"Indonesia memiliki sumber daya, kualitas, dan talenta yang mampu bersaing di pasar dunia. Tugas kami adalah membangun kepercayaan, menjaga standar, dan membuka jalan agar produk Indonesia menjadi pilihan utama di pasar global," kata dia.

Menurut Hafina, keberhasilan sebuah bisnis seharusnya tidak hanya diukur dari keuntungan finansial semata, tetapi juga dari nilai berkelanjutan yang diciptakan bagi industri nasional.

"Setiap tantangan di pasar global harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan standar kualitas produk dalam negeri," kata dia.

Hafina juga menyoroti peran strategis perempuan dalam ekosistem ekonomi saat ini. Ia meyakini bahwa keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan bisnis dapat membawa perspektif baru yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

"Perempuan bukan sekadar pelaku bisnis, tetapi penentu arah masa depan ekonomi. Ketika kita percaya pada potensi lokal dan membuka diri terhadap pasar global, setiap tantangan berubah menjadi peluang untuk membawa Indonesia melangkah lebih jauh," pungkas Hafina.