Top 3 Surabaya: Warga Berstatus Orang Tanpa Gejala Alami Lompatan Berpotensi COVID-19

Berikut tiga artikel terpopuler di Surabaya yang dirangkum pada Jumat, 17 April 2020.

Diperbarui 17 April 2020, 09:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyatakan, warga yang status orang tanpa gejala (OTG) berpotensi lebih tinggi terkonfirmasi atau positif Corona COVID-19.

"Jika dibandingkan dengan ODP (orang dalam pemantauan) dan PDP (pasien dalam pemeriksaan), OTG memang jauh lebih tinggi, karena kalau yang ODP dan PDP itu sudah dalam pengawasan dan perawatan," ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini  (Risma) di Dapur Umum, Balai Kota Surabaya, Kamis, 16 April 2020.

Dia menuturkan, berdasarkan data milik Pemerintah Kota Surabaya, sebagian besar warga Kota Pahlawan yang statusnya sebagai OTG mengalami lompatan lebih tinggi terkonfirmasi atau positif COVID-19.

Artikel warga Surabaya berstatus orang tanpa gejala alami lompatan berpotensi COVID-19 menyita perhatian pembaca di Surabaya. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Surabaya? Berikut sejumlah artikel terpopuler di Surabaya yang dirangkum pada Jumat, (17/4/2020):

1.Warga Surabaya Berstatus Orang Tanpa Gejala Alami Lompatan Berpotensi COVID-19

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyatakan, warga yang status orang tanpa gejala (OTG) berpotensi lebih tinggi terkonfirmasi atau positif Corona COVID-19.

"Jika dibandingkan dengan ODP (orang dalam pemantauan) dan PDP (pasien dalam pemeriksaan), OTG memang jauh lebih tinggi, karena kalau yang ODP dan PDP itu sudah dalam pengawasan dan perawatan," ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini  (Risma) di Dapur Umum, Balai Kota Surabaya, Kamis, 16 April 2020.

Dia menuturkan, berdasarkan data milik Pemerintah Kota Surabaya, sebagian besar warga Kota Pahlawan yang statusnya sebagai OTG mengalami lompatan lebih tinggi terkonfirmasi atau positif COVID-19.

Berita selengkapnya baca di sini

2. 2 Hoaks Terkait Corona COVID-19 di Surabaya

Surabaya, Jawa Timur sedang diserang dua kabar tidak benar alias hoaks terkait pandemi COVID-19.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menuturkan, hoaks yang pertama terkait pesan berantai mengenai begal di tengah pandemi COVID-19. 

Pesan tersebut bertuliskan, Ati2 ya...kejahatan merajalela !!! Barusan di Merr Rungkut (Surabaya) Dua cewek boncengan motor, dikepruk dr belakang ! Satu meninggal, satu luka parah ! Motor dibawa lari !

"Polda Jatim menyatakan bahwa informasi tersebut adalah berita hoaks," tutur Trunoyudo, Kamis, 16 April 2020.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Pemprov Jatim Akui Surabaya Sudah Penuhi Penerapan PSBB

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) Heru Tjahjono menyampaikan, sejauh ini baru  Kota Malang yang mengajukan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Untuk Kota Malang minta (PSBB). Tadi malam, jam 12 malam Wali Kota Malang saya telepon. Pak Wali apakah sudah ada pertimbangan-pertimbangan untuk melakukan PSBB yang itu sudah dilakukan," kata Heru di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu malam, 15 April 2020.

Sementara Surabaya, lanjut Heru, meskipun kasus pasien positif Covid-19 di daerah tersebut paling tinggi di Jatim, belum mengajukannya. 

Berita selengkapnya baca di sini

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini