Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mulai tur Asia dan melakukan perjalanan terpanjang ke luar negeri sejak menjabat pada Januari 2025.
Internasional 25 Okt 2025 07:04 Kebijakan ini muncul di tengah perang dagang yang diluncurkan Trump.
Harga emas dunia telah melonjak 57% pada 2025 yang didorong sejumlah faktor, salah satunya geopolitik.
Berikut sejumlah sentimen yang membayangi harga bitcoin (BTC) jelang akhir 2025.
Pelemahan bursa Asia ini mengikuti penurunan bursa Wall Street yang tertekan oleh kekhawatiran baru terkait hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Sejak April, Trump telah menetapkan tarif 10% untuk seluruh barang yang diimpor ke Amerika Serikat serta menambahkan tarif “timbal balik” terhadap puluhan negara lainnya.
Wall street melesat menjelang akhir pekan didorong sejumlah sentimen. Salah satunya perkembangan perang dagang Amerika Serikat dan China.
Harga bitcoin (BTC) masih belum beranjak dari zona merah pada perdagangan Jumat, (17/10/2025). Berikut sejumlah sentimen yang menekan kripto.
Bursa Asia dibuka menguat meski Wall Street melemah, di tengah ketegangan dagang AS–China yang kembali memanas dan ancaman embargo dari Presiden Donald Trump.
Kebijakan tarif 100 persen yang diberlakukan AS kepada China tidak harus dipandang sebagai ancaman.
Ketegangan Amerika Serikat–China kembali memanas setelah China mengetatkan ekspor mineral tanah jarang (rare earth).
Beijing memperingatkan akan ambil langkah balasan jika AS menerapkan tarif impor 100%.
Ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China telah menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, (14/10/2025).
Langkah Trump dalam menekan China melalui tarif impor baru berhasil memukul keras pasar kripto. Investor dihadapkan pada gelombang likuidasi terbesar sepanjang sejarah aset digital.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) yang berniat menerapkan tarif impor hingga 100 persen terhadap produk asal China mulai 1 November 2025 bukanlah ancaman bagi Indonesia.
Presiden Donald Trump mengumumkan tarif tambahan 100% atas barang impor dari China mulai 1 November, memicu gejolak pasar dan membatalkan rencana pertemuan dengan Xi Jinping. Langkah ini muncul setelah Beijing memperketat ekspor mineral tanah jarang yang vital bagi industri teknologi.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan di media sosialnya, Truth Social, bahwa Amerika Serikat akan mengenakan "Tarif 100% untuk China, di atas Tarif apa pun yang saat ini mereka bayarkan."
Trump berjanji mengenakan tarif baru sebesar 100 persen terhadap barang-barang China dan membatasi ekspor "perangkat lunak penting" setelah Beijing mengumumkan pembatasan ekspor mineral tanah jarang.
Kebijakan tarif impor yang diterapkan Presiden Donald Trump membuat harga kostum Halloween di Amerika Serikat meningkat tajam. Pemilik toko kostum di California mengaku harga kostum naik antara 10 hingga 30 persen akibat beban pajak impor dari China dan Meksiko.
Energi & Tambang 09 Okt 2025 19:15 Pemerintah China memperketat aturan ekspor tanah jarang dan teknologi pengolahannya. Kebijakan baru ini menargetkan penggunaan bahan penting tersebut di sektor militer dan semikonduktor, di tengah meningkatnya tensi perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).