Efek Rumah Kaca Buka Synchronize Fest 2026 dengan Aksi Teatrikal 100 Penerka

Efek Rumah Kaca dijadwalkan naik panggung pada pukul 15.30 hingga 16.15 WIB. Simak ulasannya di sini.

Liputan6.com, Jakarta - Efek Rumah Kaca tampil beda di Synchronize Fest 2026. Band yang dikenal lewat lagu-lagu kritis ini menyiapkan pertunjukan tiga babak di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026). Penampilan itu menjadi salah satu sorotan hari ketiga festival.

Efek Rumah Kaca dijadwalkan naik panggung pada pukul 15.30 hingga 16.15 WIB. Seluruh rangkaian berlangsung selama sekitar 45 menit, dari area penonton sampai Forest Stage.

Dibuka dari Tengah Lingkaran Penonton

Babak pertama berlangsung 10 menit dan dimulai dari area depan Merchandise Booth, tidak jauh dari FOH Forest Stage. Sebanyak 100 Penerka sudah bersiap membentuk lingkaran, dan penonton lain diajak ikut melingkar. Para personel berdiri di dalam lingkaran tersebut.

Penerka laki-laki mengenakan topeng wajah Munir, sedangkan Penerka perempuan memakai topeng wajah Marsinah. Bersama penonton, mereka menyanyikan dua lagu Efek Rumah Kaca, yaitu "Di Udara" dan "Mosi Tidak Percaya" dalam format akustik gitar. Konsep ini terinspirasi dari konser Tiba Tiba Suddenly Karaoke.

Seni Pertunjukan dan Payung Aksi Kamisan

Babak kedua juga berdurasi 10 menit. Jakarta 32 menampilkan pertunjukan seni langsung berupa olah tubuh yang mengangkat evaluasi satu tahun program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertunjukan bergerak menuju Forest Stage.

Kontras membagikan payung Aksi Kamisan untuk dipakai para personel dan Penerka. Perancah berisi karya Jakarta 32 dan Kontras sudah disiapkan di depan Forest Stage. Efek Rumah Kaca ikut melingkar bersama Penerka dan penonton, lalu naik panggung setelah ada isyarat.

Lima Lagu di Forest Stage

Sebelum tampil, penonton disuguhi video penghubung berdurasi 30 detik dari Kontras. Setelah itu, Efek Rumah Kaca membawakan pertunjukan reguler selama 25 menit di Forest Stage.

Lima lagu yang masuk daftar adalah "Putih", "Matilah Kau Mati", "Kau dan Aku", "Balerina", dan "Cinta Melulu". Deretan lagu itu menghadirkan perpaduan nuansa kritis dan romantis yang menjadi ciri khas band tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Selfi Yamma Curhat Anak Didik Tinggal Satu di Dangdut Academy 8

Umar Syarifuddien SjadjaahTim Redaksi
Copy Link
Batalkan