- Film "Memburu Pemangsa" mengangkat isu kekerasan anak dalam balutan horor dan action.
- Umay Shahab terinspirasi 20 ribu kasus kekerasan anak di 2025 yang terus meningkat.
- Genre horor dipilih untuk membahas isu sensitif dan kekejaman pelaku secara efektif.
Liputan6.com, Jakarta - Industri perfilman Indonesia kembali mengangkat isu sosial yang dekat dengan tanah air. Film Memburu Pemangsa karya Sinemaku Pictures, sutradara Umay Shahab mengangkat tema isu kekerasan anak yang masih sering terjadi di Indonesia. Umay yang sebelumnya lebih banyak memproduksi genre drama, kali ini mencoba mengangkat isu sosial yang dibalut dengan horror, crime, dan action.
Pada sesi konferensi pers di XXI Epicentrum, Senin, (21/9/2026), Umay menjelaskan asal mula pembuatan film ini berakar dari permasalahan kekerasan pada anak yang tak kunjung selesai di tanah air.
"Bagaimana isu kekerasan terhadap anak itu marak sekali seperti yang tadi sudah dilihat datanya di film. Berdasarkan data yang dikumpulkan ada 20 ribu kasus kekerasan terhadap anak di 2025 dan 12 ribu kasus kekerasan seksual terhadap anak di tahun 2025, dan angkanya selalu bertambah setiap tahunnya gitu," jelas Umay.
Akar Mula Ide Film Memburu Pemangsa
Umay juga menambahkan pesan penting yang ingin disampaikan dari film ini adalah untuk menggambarkan bagaimana kejamnya pelaku kekerasan anak. "Jadi di luar filmnya, di luar teknis yang ada di filmnya tapi yang lebih penting adalah kami di sini ingin menggambarkan bahwa pemangsa anak itu lebih iblis daripada iblis atau bahkan iblis saja minder gitu sama mereka," ungkap Umay.
"Aku rasa kayaknya perlu disampaikan dalam medium film bioskop gitu. Kita sebagai perwakilan dari generasi muda juga ngerasa kayaknya penting sekali untuk dibahas isu ini," tambahnya.
Cerita di Balik Balutan Horor
Sang penulis skenario, Rezy Junio menuturkan bahwa pengemasan film Memburu Pemangsa dengan unsur horor demonologi menjadi bahan diskusi yang cukup panjang. Baginya, genre horor adalah genre yang paling tepat untuk membahas isu-isu yang sensitif.
"Berdasarkan apa yang aku percaya dan aku pelajari bahwa horor itu menjadi salah satu genre yang paling tepat untuk membahas isu-isu berat gitu," tutur Rezy.
Pengangkatan isu kekerasan seksual pada anak menjadi tantangan bagi para film makers. Berbagai riset dilakukan agar cerita tidak terkesan eksploitatif dan sembarangan.
"Selama proses penulisannya kami melakukan riset dan asistensi ke pihak-pihak terkait agar cerita ini tidak sembarangan doang diangkat dan kekerasan eksploitatif gitu ya," ungkap Rezy.
Sinopsis Memburu Pemangsa
Film Memburu Pemangsa fokus pada kisah 4 jurnalis perempuan dari Daily Wave News yang tengah menyelidiki kasus pembunuhan berantai pada anak-anak. Pembunuhan dan mutilasi yang terus terjadi pada anak-anak membuat keempat jurnalis tersebut bekerja sama dengan kepolisian untuk mempertaruhkan nyawa memburu predator anak tersebut.
Pemburuan semakin menegangkan ketika para pemburu mengetahui bahwa pelaku mutilasi tersebut bekerja sama dengan iblis untuk melancarkan aksinya.
Film Memburu Pemangsa dijadwalkan tayang mulai 24 September 2026 di bioskop Indonesia.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360863/original/067393500_1758767787-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-09-25T090726.096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4694399/original/071316700_1703154571-Stasiun_Senen_mulai_dipadati_pemudik_Nataru-ANGGA_10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365100/original/031242200_1791103381-abb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)