Lucky Hakim Nyaris Didatangi Perempuan Diduga ODGJ Saat Upacara HUT RI di Indramayu

Lucky Hakim menceritakan insiden seorang perempuan diduga ODGJ menerobos lapangan saat upacara HUT ke-81 RI di Indramayu.

Diterbitkan 17 Agustus 2026, 22:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Lucky Hakim Sengaja Tak Sediakan Kursi dan Tenda

Insiden tersebut bukan satu-satunya hal yang menarik perhatian dalam upacara HUT ke-81 RI di Indramayu. Lucky Hakim juga sengaja meniadakan fasilitas khusus bagi pejabat dan tamu undangan, termasuk kursi serta tenda peneduh.

Alhasil, para pejabat, anggota DPRD, hingga tamu undangan harus berdiri bersama peserta upacara dan masyarakat selama prosesi berlangsung di bawah terik matahari.

"Saya mohon maaf kepada para anggota Dewan, DPRD, pada para Pejabat, para petinggi , para elit, juga para tamu undangan yang terhormat nan mulia, saya tidak menyediakan kursi, malah saya mengajak semuanya sama sama berdiri dua jam di lapangan, tanpa hidangan, ninuman dingin nan buah-buahan, cemilan, maaf kan saya yang tidak memberikan tenda peneduh malahan saya membuat semua tamu undangan yang mulia untuk sama-sama merasakan panas tanpa AC tanpa tenda peneduh, sama-sama kita semua bersama peserta upacara, rakyat yang menonton, para pedagang, para media peliput, para penjaga, semuanya merasakan nikmatnya sinar matahari nan sehat ini, kita serap anugerah ilahi sinar matahari penuh dengan vitamin D," jelasnya.

Menurut Lucky, keputusan tersebut bukan sekadar untuk membuat para pejabat merasakan panasnya upacara. Ia ingin mendorong munculnya kepekaan sosial di kalangan birokrasi ketika menjalankan tugas untuk masyarakat.

 

Ingin Pejabat Ingat Perjuangan Rakyat Kecil

Lucky berharap pengalaman berdiri dan berpanas-panasan bersama masyarakat bisa menjadi pengingat bagi para pejabat ketika mengambil keputusan yang menyangkut kehidupan warga.

Ia ingin para ASN tetap mengingat bahwa di luar ruang kerja yang nyaman dan berpendingin udara, banyak masyarakat Indramayu yang harus bekerja di bawah terik matahari untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Jadi ketika kita mengambil keputusan-keputusan penting untuk rakyat Indramayu di ruangan berAC, duduk di kursi nan nyaman dengan hudangan cemilan nikmat, kita akan ingat moment upacara agustusan ini yang bahwa di luar sana masyarakat juga lelah berdiri, dengan perut yg juga kadang masih lapar tapi harus bekerja di bawah terik matahari," pungkasnya.

Bagi Lucky, upacara kemerdekaan bukan hanya seremoni tahunan. Momen tersebut juga menjadi kesempatan bagi para pejabat untuk kembali merasakan suasana yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

Di tengah suasana khidmat HUT ke-81 RI, insiden perempuan yang menerobos lapangan pun akhirnya menjadi kejadian tak terduga yang dikenang Lucky sebagai "kejutan unik", sementara pesan utamanya tetap soal kebersamaan dan kepekaan terhadap masyarakat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Guntur MerdekawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan