Liputan6.com, Jakarta - Dua Lipa kembali menunjukkan kecintaannya pada dunia literasi lewat langkah yang tak biasa. Penyanyi pemenang Grammy tersebut resmi membuka perpustakaan pertamanya di Portugal yang berisi buku-buku yang pernah dilarang maupun disensor di berbagai negara.
Perpustakaan bernama Manifesto Library itu menjadi kelanjutan dari misi literasi yang telah ia bangun melalui Service95 Book Club, komunitas membaca yang diluncurkan pada 2023. Lewat program tersebut, Dua Lipa rutin merekomendasikan satu buku setiap bulan sekaligus berbincang langsung dengan penulisnya dalam sebuah podcast.
Kini, misinya berkembang lebih jauh. Manifesto Library diharapkan menjadi ruang yang mengajak masyarakat berpikir kritis sekaligus merayakan kebebasan membaca, terutama terhadap karya-karya yang pernah dianggap kontroversial.
Â
Berisi Hampir 100 Buku yang Pernah Dilarang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782661/original/041322200_1782893696-g_2024_01_09_r_dua_lipa-20240109-006-tpg.jpg)
Manifesto Library resmi dibuka pada 27 Juni sebagai bagian dari festival buku internasional BABELL – City of Books. Setelah festival berakhir, perpustakaan tersebut akan menjadi koleksi permanen di Livraria Lello, salah satu toko buku paling ikonis di Kota Porto, Portugal.
Dalam pernyataan resminya, Dua Lipa menyebut proyek ini sebagai kolaborasi impian yang lahir dari perjalanan panjang membangun komunitas pembaca.
"Saat mendirikan Service95 Book Club, ambisiku adalah menciptakan rumah bagi para penulis dan pembaca, di mana pun mereka berada dan apa pun keadaan mereka," ujar Dua Lipa.
Ia juga menyoroti masih adanya upaya pembatasan terhadap akses membaca di berbagai belahan dunia.
"Membaca membuat kita semakin dekat dengan dunia. Namun sayangnya, tidak semua orang menyukai hal itu."
Menurutnya, perpustakaan tersebut menghadirkan sekitar 100 buku yang pernah dipertanyakan, dilarang, atau disensor karena mengangkat isu-isu seperti ras, seksualitas, hingga identitas LGBTQIA+.
"Ada buku yang dilarang di sekolah karena membahas ras atau seksualitas. Ada pula karya yang ditulis untuk pembaca LGBTQIA+ sehingga dibatasi peredarannya. Bahkan, dalam beberapa kasus, ada penulis yang harus membayar kata-kata mereka dengan nyawa," ungkapnya.
Â
Jadi Pengingat Pentingnya Kebebasan Berekspresi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782662/original/044086800_1782893697-g_2024_01_09_r_dua_lipa-20240109-007-tpg.jpg)
Bagi Dua Lipa, Manifesto Library bukan sekadar perpustakaan, melainkan penghormatan bagi para penulis yang berani menyuarakan kebenaran melalui karya mereka.
"Perpustakaan ini adalah penghormatan bagi buku-buku yang sempat menghilang, bagi para penulis yang keberaniannya membongkar struktur kekuasaan dan kontrol, serta bagi para pembaca yang menolak diberi tahu buku apa yang boleh mereka baca."
Ia pun mengajak setiap pengunjung untuk menentukan sendiri buku mana yang layak dibaca.
"Terkadang, tindakan paling berani yang bisa dilakukan adalah membaca sebuah buku, lalu membicarakannya."
Hampir 100 koleksi di Manifesto Library disusun berdasarkan empat tema utama, yaitu power (kekuasaan), control (kontrol), voice (suara), dan memory (ingatan).
Beberapa karya terkenal yang tersedia di antaranya The Handmaid's Tale karya Margaret Atwood, Felon karya Reginald Dwayne Betts, serta sejumlah buku dari Salman Rushdie dan Olga Tokarczuk.
Literasi Jadi Bagian Penting Perjalanan Dua Lipa
Pihak Livraria Lello menyebut kehadiran Manifesto Library sejalan dengan filosofi toko buku yang telah berdiri lebih dari 120 tahun.
"Kami selalu percaya bahwa buku adalah teknologi kebebasan. Manifesto Library tumbuh dari keyakinan tersebut," ujar Francisca Pedro Pinto, Head of Brand Livraria Lello.
Menurutnya, yang dipertaruhkan bukan hanya masa depan dunia membaca, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk membayangkan, memahami, dan membangun masa depan mereka sendiri.
Selain aktif mengembangkan Service95 Book Club, Dua Lipa juga dijadwalkan menjadi kurator London Literature Festival 2026 di Southbank Centre. Baru-baru ini, dalam salah satu episode podcast klub bukunya, ia juga mengkritik pemberitaan media terkait dokumen kasus Jeffrey Epstein yang menurutnya tidak memberikan keadilan bagi para korban.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782660/original/083044200_1782893695-dualipa1200.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7589613/original/062289700_1780371964-000_A3EU4EA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466582/original/039438300_1767848983-000_44KT3D8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7530486/original/017735000_1780304472-WhatsApp_Image_2026-06-01_at_15.52.34.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7506339/original/084616100_1780278410-063_2266751287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4353813/original/045506000_1678437426-20230310-Dua-Lipa-AFP-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672316/original/012400300_1778476788-063_2266901452.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5328480/original/006901400_1756249791-snapins-ai_3707828591079985777.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466417/original/050389200_1767844489-Callum_Turner__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466405/original/051928200_1767844235-Callum_Turner.jpg)