Sukses

Farhat Abbas dengan Obsesinya Jadi Capres Muda Potensial

Dengan percaya diri, pengacara Farhat Abbas memutuskan untuk nyapres. Meski belum ada partai yang mendukungnya, suami Nia Daniaty ini tetap yakin bisa maju dengan program-program yang dimilikinya.

Segala daya upaya pun dilakukan oleh pengacara kontroversial ini. Dari mulai roadshow ke tv, mengeluarkan pernyataan kontroversial, sampai memasang sejumlah baliho di Jakarta.

Soal baliho, bukan Farhat namanyanya jika tidak kontroversial. Dalam balihonya, Farhat menyebut jika dirinya adalah capres muda potensial dan siap untuk sumpah pocong.

Sementara itu, Farhat juga 'iseng' menyerang calon-calon Presiden yang juga akan maju bersama dengan dirinya. Salah satu yang diserangnya adalah raja dangdut Rhoma Irama.
Menurut Farhat, sudah saatnya Indonesia dipimpin oleh generasi muda seperti dirinya, dan Rhoma Irama sudah terlalu uzur sebagai Presiden.

Tak berhenti sampai di situ, Farhat pun menyindir keinginan Rhoma yang ingin membawa dangdut ke UNESCO sebagai warisan dunia. Menurutnya, calon Presiden tak perlu mengurusi dangdut karena masih banyak persoalan penting yang harus dipecahkan.

Rhoma pun tak mau menanggapi terlalu serius soal serangan Farhat. Bahkan, Rhoma mengatakan jika dirinya tidak mengenal Farhat. "Siapa, dia siapa?" tanyanya ketika wartawan menyebut nama Farhat Abbas beberapa waktu yang lalu.

Ayah Ridho Rhoma ini tak mau terus mengomentari soal statement Farhat Abbas. "Saya tak merasa bersaing dengan dia, yang bersaing siapa," pungkasnya.

Tak hanya Rhoma yang diserang Farhat. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pun jadi bahan serangan Farhat. Namun, kali ini Farhat menyerang Ahok dengan sebutan Cina. Namun tulisan Farhat ini membuat banyak pihak tersinggung. Farhat pun dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Anton Medan.

Kali ini, Farhat pun harus menerima batunya karena ditetapkan menjadi tersangka. Farhat pun mengaku kaget dengan ditetapkannya sebagai tersangka. Demikian terkait kasus ini, pengacara tersebut mengaku sudah meminta maaf kepada Ahok dan Anton Medan.

"Saya nggak menyangka kalau mengatakan Ahok China, saya harus dijadikan tersangka dan diproses hukum. Dan saya sudah minta maaf, ini catatan penting, Ahok dan kemudian kepada Anton Medan juga," ujarnya.

Ranah media sosial seperti Twitter pun menjadi ladang permainan Farhat untuk mengkritik dan menyindir. Presenter Najwa Shihab pun sempat terkena sindiran Farhat yang menyebutnya tidak mengerti persoalan yang dibahas di acara yang dibawakannya.


"Kayaknya nggak perlu ada yang ditanggapi tentang apa yang ditulis Farhat lewat akun Twitternya," kata Najwa.

Walau demikian, sebelumnya Najwa juga sempat menulis dalam akun twitternya yang diduga ditujukan pada Farhat Abbas.

@NajwaShihab: Waham; keyakinan kokoh atas realita yg salah. Waham Kebesaran; keyakinan seseorg bhw ia sgt hebat, penting (& pantas nyapres)," tulis Najwa dalam akun twitternya.

Belakangan, Farhat kembali menuai sensasi dengan menyebut Goyang Caesar yang kini banyak disukai anak muda sebagai goyangan bencong.

Cesar yang suka tersenyum ini, tidak marah dengan celotehan Farhat. Malahan, dirinya merasa bersyukur dengan kicauan yang dikatakan Farhat.

"Alhamdulillah ada yang peduli. Nanggapinnya keep smile saja," ujar Caesar.(Adt)