Jelang Hari Preeklamsia Sedunia, Andrew Susanto Bahas Penyebab Utama Kematian Ibu dan Janin

Menggelar edukasi preeklamsia di Semarang, Andrew Susanto menyebut ibu kota Jateng salah satu daerah penting karena mobilitas masyarakatnya tinggi.

Diterbitkan 10 Mei 2026, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Andrew Susanto menggelar edukasi preeklamsia di Semarang, penyebab utama kematian ibu dan janin.
  • Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman gejala dini, pencegahan, dan pentingnya pemeriksaan rutin.
  • Acara juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis dan bantuan alat medis untuk masyarakat.

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat dunia memperingati Hari Preeklamsia Sedunia tiap tanggal 22 Mei. Selebgram dan pengusaha Andrew Susanto bersama tim menggelar edukasi kesehatan yang membahas salah satu komplikasi kehamilan yang jadi penyebab utama kematian para ibu di Indonesia. Preeklampsia penyebab utama kematian ibu di Indonesia dan dunia, lantaran menyumbang lebih dari 70.000 kematian ibu serta 500.000 kematian janin tiap tahun.

Edukasi kesehatan ini digelar di Semarang, Minggu, 10 Mei 2026. Sehari sebelumnya, ada edukasi seputar campak. Ibu kota Jawa Tengah itu dipilih disertai alasan kuat. Semarang salah satu daerah penting karena mobilitas masyarakatnya tinggi. Edukasi kesehatan harus terus diperkuat, khususnya soal campak dan preeklamsia. Edukasi sangat dibutuhkan agar masyarakat memahami detail penyakit yang dapat menimbulkan komplikasi serius bila tidak dicegah. Berdasarkan data di Indonesia, preeklamsia masih jadi salah satu penyumbang utama angka kematian ibu.

Diperkirakan 5 sampai 10 persen kehamilan di Indonesia mengalami komplikasi preeklamsia. Kondisi ini sering tak terdeteksi sejak dini karena kurangnya pemahaman masyarakat terkait gejala awal, seperti pembengkakan, tekanan darah tinggi, hingga gangguan penglihatan.

“Karena itu, saya dan tim hadir bekerja sama dengan rumah sakit untuk memberi pemahaman tentang pentingnya imunisasi, mengenali gejala sejak dini, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan keluarga dan lingkungan sekitar,” kata Andrew Susanto dalam wawancara via telepon dengan Showbiz Liputan6.com, pada Minggu (10/5/2026).

Edukasi dalam Format Seminar

Edukasi dalam format seminar menghadirkan dokter Deviana Ogilve dari Rumah Sakit Siloam Semarang yang membahas detail preeklamsia, dari pengertian, gejala awal, faktor risiko, dan langkah pencegahan.

Preeklamsia adalah kondisi yang ditandai hipertensi pada ibu hamil. Ini dapat berdampak serius bagi ibu maupun janin jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Pengenalan gejala sejak dini kuncinya.

Kesadaran Mulai Meningkat

Diharapkan, edukasi ini meningkatkan kesadaran publik. “Kesadaran masyarakat sebenarnya mulai meningkat, terutama setelah masyarakat makin banyak mendapatkan akses informasi kesehatan,” ucap Andrew Susanto.

“Namun, secara umum saya melihat pemahaman tentang pentingnya pencegahan masih perlu diperkuat. Masih ada masyarakat yang berobat ketika kondisi sudah cukup parah atau belum menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai prioritas,” imbuhnya.

 

Bantuan Nyata

Selain sesi edukasi, ada layanan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan konsultasi kesehatan. Antusiasme warga kelurahan Tanjung Mas Semarang terbilang tinggi, terutama dari kalangan wanita remaja dan keluarga.

Dalam kesempatan itu, Andrew Susanto mengingatkan pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin dan deteksi dini preeklamsia. Pesohor dengan 870 ribuan pengikut di Instagram itu juga menyerahkan bantuan alat kesehatan berupa kursi roda hingga tabung oksigen.

“Melalui seminar ini, kami ingin mendorong edukasi yang lebih masif sekaligus memberikan akses layanan kesehatan gratis serta bantuan nyata bagi fasilitas kesehatan dan lingkungan sekitar,” tutur Andrew Susanto seraya bersyukur bisa saling menolong sesama.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Alexa Ciamis Raih Golden Ticket Dangdut Academy 8 dan Standing Ovation Juri

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan