Review Film Badut Gendong: Kombinasi Cerita Cinta, Kehilangan, dan Kengerian dalam Qodrat Universe

Marthino Lio patut diacungi jempol atas aktingnya sebagai Darso di film horor Film Badut Gendong.

Diterbitkan 12 Mei 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Formula pertama yang digunakan dalam film ini, adalah membuat penonton berempati pada Darso. Pria baik hati nan lugu, yang terinjak-injak keadaan dan orang yang memanfaatkannya. Juga pria yang kehilangan cinta secara tragis, dan sulit untuk melepaskan diri dari rasa duka.

Momen kengerian sendiri, muncul dari tindak-tanduk Darso yang sulit diprediksi selama ia kesurupan. Penonton tak ingin pria baik yang mereka kenal selama paruh awal film, menanggung konsekuensi atas kejahatan yang bahkan tak ia sadari. Selain itu, sutradara Charles Gozali juga memasukkan banyak elemen body horror dalam filmnya. Adegan panjang yang memperlihatkan tubuh yang dijahit hingga dicacah, sungguh bikin ngilu.

Marthino Lio patut diacungi jempol atas aktingnya sebagai Darso. Baik sebagai pria yang tengah larut dalam duka, juga gestur tubuh saat sedang dirasuki oleh sosok tak kasat mata.

Jagat Sinema Qodrat

Sejak awal, Badut Gendong diposisikan berada dalam jagat sinema Qodrat. Sekilas, nuansa yang dibawa Badut Gendong terasa berbeda dengan dua film yang dibintangi oleh Vino G Bastian tersebut. Bila Qodrat mengangkat tema agama yang cukup kental dalam plotnya, maka Badut Gendong banyak menampilkan sisi tradisi kultural. 

Namun, di luar itu, ciri khas Qodrat masih terasa, terutama dalam bumbu laga yang ditata apik dalamnya. 

Badut Gendong akan mulai tayang di bioskop pada 27 Mei mendatang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan