Lirik Dalan Liyane serta Maknanya, Gambarkan Keikhlasan dan Keteguhan Hati yang Tersakiti

Makna dan pesan mendalam dari lagu Dalan Liyane karya Hendra Kumbara yang viral dibawakan Happy Asmara.

Diterbitkan 12 Januari 2026, 16:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lagu “Dalan Liyane” adalah karya populer ciptaan Hendra Kumbara yang mengisahkan tentang perpisahan dan keikhlasan dalam cinta. Dengan lirik berbahasa Jawa yang puitis dan emosional, lagu ini berhasil menyentuh hati banyak orang karena menggambarkan realita yang sering dialami dalam hubungan: ketika seseorang harus menerima kenyataan bahwa kekasihnya memilih “jalan yang lain.” Judul Dalan Liyane sendiri berarti “Jalan yang Lain”, menjadi metafora tentang pilihan hidup yang tak lagi searah.

Versi yang dinyanyikan oleh Happy Asmara membuat lagu ini semakin dikenal luas, terutama di kalangan penggemar musik dangdut koplo dan campursari. Dirilis pada tahun 2019, lagu ini kini telah ditonton puluhan juta kali di YouTube dan sering kali digunakan di TikTok. Selain Happy Asmara, sejumlah penyanyi lain juga membawakan lagu ini, seperti Via Vallen dan Nella Kharisma. Lagu ini memiliki melodi yang lembut dan syahdu, serta maknanya yang dalam: tentang keteguhan hati, kesabaran, dan doa tulus bagi orang yang telah pergi.

 

Lirik Lagu "Dalan Liyane"

Sopo sing kuat nandhang kahanan

Sopo seng ora kroso kelangan

 

Ditinggal pas sayang sayange

Pas lagi jeru jerune

Koe milih dalan liyane

 

Sopo sing kuat ditinggal lungo

Sopo sing atine ora loro

Kenangan sing wis tak lakoni

Tak simpen ning njero ati

Dewe wes ra dadi siji

 

Yowes ben tak lakoni nganti sak kuat-kuate ati

Pesenku mung siji, sing ngati-ati

Isoku mung mendem esuk tekan sonten

Mergo sadar diri kulo, dudu sinten sinten

 

Yowes ben mung tak pendem roso sing ono ing njero dodo

Tetep tak dongakno mugo urip mulyo

Isoku mung nyuwun mugo ora getun

Cekap semanten maturnuwun

 

Terjemahannya:

Siapa yang sanggup menahan keadaan ini.

Siapa yang tidak merasa kehilangan.

 

Ditinggalkan saat sedang sangat mencintai.

Ketika cinta sedang begitu dalam.

Kamu memilih jalan yang lain.

 

Siapa yang kuat ditinggal pergi.

Siapa yang hatinya tidak terluka.

Kenangan yang sudah kujalani,

kusimpan di dalam hati.

Kita sudah tidak lagi menjadi satu.

 

Ya sudah, akan kujalani ini sekuat hati.

Pesanku hanya satu: berhati-hatilah.

Yang bisa kulakukan hanyalah memendam rasa,

dari pagi hingga sore.

Karena aku sadar diri, aku bukan siapa-siapa.

 

Ya sudah, biarlah rasa ini kupendam di dalam dada.

Tetap akan aku doakan semoga hidupmu bahagia.

Aku hanya bisa berharap semoga kamu tidak menyesal.

Cukup sekian, terima kasih.

 

Lirik ini menggambarkan seseorang yang ditinggalkan di saat cinta sedang mendalam, tetapi ia memilih untuk ikhlas dan mendoakan kebahagiaan orang yang pergi. Ungkapan seperti “tak dongakno” (aku doakan) menunjukkan cinta yang tulus dan dewasa — bukan dendam, melainkan penerimaan. Lagu ini sarat dengan nilai nrimo (menerima) dan ikhlas, yang menjadi filosofi hidup orang Jawa dalam menghadapi kehilangan. 

Makna dan Arti Lagu “Dalan Liyane”

Lagu “Dalan Liyane” karya Hendra Kumbara menggambarkan kisah cinta yang penuh kejujuran, kesedihan, dan keikhlasan. Secara harfiah, judulnya berarti “Jalan yang Lain”, yang menjadi simbol dari perpisahan dan pilihan hidup yang tak lagi searah. Lirik-liriknya menyoroti perasaan seseorang yang ditinggalkan di saat cintanya sedang begitu dalam. Baris seperti “Ditinggal pas sayang-sayange, pas lagi jeru jerune” menegaskan betapa perihnya ditinggalkan ketika kasih sayang sedang berada di puncaknya. Di sini, pendengar diajak memahami bahwa cinta tidak selalu berakhir bahagia, dan terkadang yang tersisa hanyalah kenangan.

Lebih jauh, Dalan Liyane bukan hanya tentang kesedihan karena ditinggal, tetapi juga tentang proses penerimaan. Dalam lirik “Yo wes ben tak lakoni nganti sak kuat-kuate ati”, penyanyi menunjukkan tekad untuk tetap tegar, menjalani rasa sakit itu dengan sekuat hati tanpa menyalahkan siapa pun. Sikap ini mencerminkan filosofi hidup orang Jawa yang dikenal dengan istilah “nrimo ing pandum”, menerima apa pun takdir yang diberikan, tanpa mengeluh atau memaksa keadaan. Lagu ini berhasil menyentuh sisi emosional pendengar, bukan dengan kesedihan berlebihan, tetapi dengan ketulusan yang dalam.

Nilai yang paling kuat dari lagu ini adalah keikhlasan. Meskipun ditinggalkan, tokoh dalam lagu tetap mendoakan kebahagiaan orang yang telah pergi. Kalimat “Tetep tak dongakno mugo urip mulyo” (Tetap aku doakan semoga hidupmu bahagia) menunjukkan cinta sejati yang tidak menuntut balasan. Inilah esensi cinta yang dewasa, rela melihat orang yang dicintai bahagia, meskipun bukan bersama dirinya lagi. Lagu ini mengajarkan bahwa cinta bukan sekadar tentang memiliki, tetapi tentang memberi ruang dan doa, bahkan ketika hati sendiri terluka.

Dari sisi budaya, Dalan Liyane juga menjadi representasi kuat dari karakter masyarakat Jawa: lembut, sabar, dan berjiwa besar. Lagu ini menyampaikan pesan moral bahwa kebahagiaan sejati bukan datang dari memaksa seseorang untuk tetap di sisi kita, melainkan dari kemampuan untuk menerima dan tetap berbuat baik. Itulah sebabnya lagu ini begitu mudah diterima lintas generasi, dari mereka yang sedang patah hati hingga yang sekadar ingin memahami arti cinta yang tulus. Dengan lirik sederhana namun penuh makna, Dalan Liyane telah melampaui batas sebagai lagu populer; ia menjadi pesan kehidupan tentang ketulusan, keikhlasan, dan kekuatan hati dalam menghadapi perpisahan.

 

Pertanyaan dan Jawaban

1. Siapa pencipta lagu Dalan Liyane?

Lagu ini diciptakan oleh Hendra Kumbara, musisi asal Blora, Jawa Tengah.

 

2. Apa arti judul “Dalan Liyane”?

Secara harfiah berarti “Jalan yang Lain”, melambangkan perpisahan atau pilihan hidup yang berbeda.

 

3. Siapa penyanyi paling populer membawakan lagu ini?

Versi paling terkenal dinyanyikan oleh Happy Asmara dalam gaya dangdut koplo.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6