Tips Hadapi Toxic Relationship Versi Acha Septriasa, Singgung Empati pada Luka Masa Lalu Pasangan

Peraih Piala Citra, Acha Septriasa berbagi tips menghadapi hubungan toksik berkaca pada apa yang dialami karakter Anggie dalam film Air Mata Mualaf.

Diterbitkan 27 November 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Acha Septriasa perankan Anggie di film "Air Mata Mualaf" tentang hubungan toksik.
  • Film ini membahas pindah agama, ikatan keluarga, dan pentingnya lepas dari hubungan toksik.
  • Acha sarankan empati, reaksi tepat, dan menyayangi diri sendiri hadapi hubungan toksik.

Liputan6.com, Jakarta Ada banyak hikmah yang dipetik Acha Septriasa kala membintang film Air Mata Mualaf karya sineas Indra Gunawan berbekal naskah dari Oka Aurora. Ia memerankan Anggie, yang mengalami toxic relationship alias hubungan toksik.

Dalam kondisi hancur, Anggie menemukan kedamaian kala berada di masjid. Ia mengenal Islam lalu memutuskan jadi mualaf. Acha Septriasa menyebut Air Mata Mualaf tak semata membahas pindah agama.

Lebih dari itu, film yang akan tayang di bioskop mulai Kamis (27/11/2025), ini menyorot pertalian orang tua dan anak serta pentingnya melepaskan diri dari hubungan toksik. Acha Septriasa pun berbagi tips menghadapi hubungan toksik.

“Sebenarnya kita kadang-kadang enggak peka bahwa setiap manusia membawa lukanya masing-masing dalam diri. Kadang manusia juga enggak sadar membawa luka itu sejak kapan,” kata bintang film Qodrat 2.

 

Menakar Eskalasi Konflik

Dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat, baru-baru ini, Acha Septriasa menilai kadang orang hanya mengenal hal-hal yang disuka dari pasangan namun kurang memahami ketidakcocokannya.

Cara merespons ketidakcocokan dengan pasangan adalah kunci. “Lebih penting kita bereaksi seperti apa untuk menakar eskalasi konflik itu nanti sampai sejauh mana dan bagaimana menyelesaikannya,” Acha Septriasa menyambung.

Sebagai Pasangan

“Kadang, konflik itu tidak perlu dicari solusinya. Tapi sekadar memahami dan bereaksi yang tepat. Maka (dengan begitu) sebenarnya setengah dari konflik tersebut sudah terselesaikan,” pelantun “Sampai Menutup Mata” menambahkan.

Empati pada pasangan sangat penting untuk mereduksi toksik dalam hubungan. Namun, jika hubungan tak lagi berimbang alias sudah timpang, maka ada baiknya diakhiri. Apalagi, jika hubungan tosik itu mengarah pada kekerasan fisik maupun psikis.

 

Empati Pada Pasangan

“Sebagai pasangan, seharusnya lebih memahami lagi agar mengerti, luka-luka kecil apa yang dia pernah bawa, yang mungkin kita tidak tahu dan enggak bisa kita sembuhkan. Tapi kita bisa bantu menyelesaikan setengah problem untuk bisa bereaksi dengan baik,” urai Acha Septriasa.

Boleh mencintai pasangan namun jangan lupa sayangi diri sendiri. Acha Septriasa optimistis, kekerasan yang dialami Anggie dalam film Air Mata Mualaf bisa menjadi pelajaran bagi calon penonton untuk memaknai ulang cinta dan bangkit dari keterpurukan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Keseruan Gedebage Jazz Festival International 2026, Dewa 19 hingga Syaharani Tampil Memukau

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan