Potret Persahabatan Onad dengan Habib Jafar, Jadi Saudara dalam Kemanusian

Habib Jafar menegaskan bahwa Onad bukan sekadar teman, melainkan saudara dalam kemanusiaan

Diterbitkan 01 November 2025, 17:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Membaca kabar tentang Onadio Leonardo atau Onad yang tersandung kasus narkoba, Habib Jafar mengaku kaget, kecewa, sekaligus sedih. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa Onad bukan sekadar teman, melainkan saudara dalam kemanusiaan. Meskipun berbeda keyakinan, keduanya selama ini dikenal kompak dalam menyuarakan toleransi dan nilai-nilai kebaikan lintas agama.

Habib Jafar menyampaikan, “Onad adalah saudara gue sebagai sesama manusia walaupun kami berbeda dalam hal agama. Justru dengan modal itu, kami selama ini berjuang bersama untuk toleransi di Indonesia.” Namun, ia menegaskan bahwa tak ada toleransi untuk narkoba. “Narkoba bukan hanya menyalahi hukum agama, tapi hukum semua agama dan logika akal sehat,” ujarnya.

Habib Jafar berharap kasus ini menjadi titik balik bagi sahabatnya itu. Ia berdoa agar Onad bisa mempertanggungjawabkan kesalahannya, terbebas dari narkoba, dan kembali menebar kebaikan seperti dulu. “Kita benci narkoba, karena itu gue ingin saudara gue Onad lepas dari narkoba. Gue berharap ini menjadi pelajaran buat Onad dan kita semua. Semoga dia sadar, jera, dan berubah. Tobat lo, Nad!” tutup Habib Jafar.

Berikut adalah beberapa potret kedekatan Onad dengan Habib Jafar:

1. Onad Qurban Bersama Habib Jafar

Dalam foto pertama, Onadio Leonardo dan Habib Jafar tampak tersenyum lebar di area kandang hewan qurban. Onad terlihat mengenakan kemeja bermotif dengan celana panjang berwarna gelap, sementara Habib Jafar tampil santai dengan jaket krem dan sandal. Keduanya memegang seekor kambing hitam yang menjadi simbol kebersamaan dalam momen qurban tersebut.

Suasana dalam foto itu hangat dan penuh keakraban. Meski datang dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya tampak menikmati kebersamaan tanpa sekat. Habib Jafar bahkan menuliskan keterangan “Onad Qurban!” di akun Instagram-nya, disertai ajakan untuk menonton videonya di YouTube, menunjukkan bahwa momen ini juga dimaksudkan untuk menyebarkan pesan kebaikan.

Foto tersebut menjadi bukti nyata bahwa toleransi bisa diwujudkan lewat tindakan sederhana. Bagi Habib Jafar, mengajak Onad dalam tradisi qurban bukan soal agama, tapi soal kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Sementara bagi Onad, momen itu menjadi pengalaman spiritual baru yang memperkaya pandangannya tentang makna pengorbanan dan berbagi.

2. Momen Santai dengan Biksu dan Onad

Foto kedua memperlihatkan suasana yang sangat menarik: Habib Jafar berdiri di tengah seorang biksu dan Onadio Leonardo. Habib Jafar dan Onad kompak mengenakan seragam olahraga dengan nuansa hijau-putih, menandakan semangat sportivitas dan kebersamaan. Meski begitu, Habib tampil khas dengan sarungnya, memadukan gaya religius dan kasual secara unik.

Postingan ini viral karena menggambarkan potret toleransi antariman yang sangat natural. Tidak ada jarak di antara mereka; justru yang terlihat adalah persahabatan dan tawa tulus. Dalam caption-nya, Habib menulis, “Kalau kita jalan ke Barat, kalian mau ikut?” — kalimat ringan yang penuh makna simbolis tentang perjalanan spiritual dan kebersamaan tanpa batas keyakinan.

Respons warganet pun membanjiri kolom komentar dengan kekaguman. Banyak yang memuji cara Habib Jafar membawa nilai-nilai Islam dengan santai tapi bermakna, sementara Onad dan biksu di sisinya menunjukkan bahwa kerukunan bisa hadir dalam segala bentuk, termasuk di lapangan olahraga. Ini bukan sekadar foto, melainkan pesan sosial tentang bagaimana keberagaman bisa berpadu harmonis.

3. Canda Ringan Onad dan Habib Jafar

Foto ketiga diunggah oleh Onad di akun Instagram pribadinya. Terlihat ia dan Habib Jafar sedang tertawa lepas di sebuah lorong dengan dinding kayu. Onad tampil dengan pakaian abu-abu santai, sedangkan Habib mengenakan baju koko merah marun lengkap dengan peci putih. Keduanya terlihat akrab, seperti dua sahabat yang sedang bercanda tanpa beban.

Caption yang ditulis Onad berbunyi “KEMANA YAH?”, menggambarkan suasana ringan di antara mereka. Kolom komentar pun dipenuhi canda dari para pengikut, bahkan beberapa mengira keduanya akan berangkat Jumatan bersama. Potret ini memperlihatkan sisi manusiawi dan humoris dari hubungan mereka — dua sosok publik dengan latar belakang berbeda tapi saling menghormati dan mendukung.

Kedekatan seperti ini jarang terlihat di dunia hiburan. Di tengah citra Onad yang dikenal eksentrik, kehadiran Habib Jafar justru menjadi sosok yang menenangkan dan membimbing tanpa menggurui. Mereka menunjukkan bahwa toleransi tak selalu harus serius — terkadang cukup dengan tawa tulus dan saling menghargai.

4. Peringatan Hari Santri dengan Sarung

Dalam foto keempat, Habib Jafar dan Onad kembali tampil mengenakan sarung. Keduanya tampak saling menunjuk dan tersenyum lebar, menciptakan suasana akrab penuh kehangatan. Habib mengenakan baju hitam dan peci putih, sementara Onad memadukan jas formal dengan sarung ungu, gaya yang unik tapi tetap sopan.

Keterangan di unggahan Habib berbunyi, “Bersama Onad yang sarungan, saya mau bilang: ‘Selamat Hari Santri’.” Ia menjelaskan bahwa sarung adalah simbol fleksibilitas, memungkinkan seseorang bergerak leluasa dalam toleransi tanpa meninggalkan batas iman. Kalimat itu menggambarkan filosofi hidup yang ia pegang: terbuka terhadap perbedaan, namun tetap berpegang teguh pada keyakinan.

Momen ini menjadi bukti bahwa persahabatan mereka bukan hanya sekadar kolaborasi konten, tapi perjalanan spiritual lintas batas. Dengan caranya sendiri, Onad ikut merayakan Hari Santri, membuktikan bahwa keberagaman bisa dirayakan dengan penuh hormat dan kegembiraan.

5. Persahabatan yang Melampaui Perbedaan

Kedekatan antara Onad dan Habib Jafar telah menarik perhatian publik sejak lama. Dalam berbagai kesempatan, keduanya sering tampil bersama di konten YouTube maupun media sosial, menunjukkan interaksi yang hangat, saling menghargai, dan penuh kejujuran. Mereka tak hanya bersahabat, tetapi juga menjadi simbol hubungan lintas agama yang sehat dan inspiratif.

Dalam wawancara dengan media, Habib Jafar mengungkapkan bahwa ia dan Onad sering berdiskusi soal kehidupan, iman, dan pengalaman pribadi secara terbuka. “Kami memang beda server, tapi sama-sama manusia yang berusaha baik,” ujarnya dalam salah satu sesi bersama Onad dan istrinya, Beby Azani. Onad sendiri mengakui banyak belajar soal makna kehidupan dari Habib, terutama tentang kesabaran dan empati.

Persahabatan ini kini menjadi sorotan setelah kasus yang menimpa Onad. Namun, Habib Jafar tetap menunjukkan sikap welas asih, tidak menghakimi, dan justru berusaha hadir untuk mendampingi. Relasi mereka menjadi pengingat bahwa kasih sayang dan doa tulus antar manusia bisa melampaui batas keyakinan — dan mungkin, itulah yang paling dibutuhkan Onad saat ini.

People Also Ask

1. Apa tanggapan Habib Jafar tentang kasus narkoba yang menimpa Onadio Leonardo?

Habib Jafar mengaku kaget, kecewa, dan prihatin atas kasus yang menimpa Onadio Leonardo. Ia menyebut Onad sebagai saudara seiman dalam kemanusiaan meskipun berbeda agama. Menurut Habib, tidak ada toleransi untuk narkoba karena melanggar ajaran semua agama dan akal sehat. Ia berharap Onad bertobat, meninggalkan narkoba, serta bangkit menebar kebaikan dan inspirasi baru bagi banyak orang.

2. Seperti apa hubungan persahabatan antara Habib Jafar dan Onadio Leonardo?

Persahabatan antara Habib Jafar dan Onadio Leonardo dikenal sangat akrab dan tulus. Keduanya sering tampil bersama di berbagai kesempatan, baik di media sosial maupun dalam acara keagamaan dan konten YouTube. Meskipun berbeda keyakinan, mereka saling menghormati dan kerap berdiskusi soal kehidupan, spiritualitas, hingga toleransi. Hubungan ini menjadi simbol indah persaudaraan lintas agama di Indonesia.

3. Mengapa momen kebersamaan Onad dan Habib Jafar sering viral di media sosial?

Momen kebersamaan Onad dan Habib Jafar sering viral karena menunjukkan kedekatan yang alami dan penuh makna. Mereka tidak hanya menampilkan tawa dan keakraban, tetapi juga pesan toleransi yang kuat. Publik mengapresiasi cara keduanya menunjukkan bahwa perbedaan agama tidak menghalangi rasa persaudaraan dan saling menghormati. Unggahan-unggahan mereka dianggap menyegarkan dan menginspirasi banyak orang di tengah isu perpecahan sosial.

4. Apa makna di balik unggahan Habib Jafar dan Onad saat mengenakan sarung bersama?

Foto Habib Jafar dan Onad yang mengenakan sarung bersama diunggah dalam rangka memperingati Hari Santri. Habib Jafar menjelaskan bahwa sarung merupakan simbol fleksibilitas dan toleransi, menggambarkan kemampuan seseorang untuk beradaptasi tanpa kehilangan nilai keimanan. Dalam konteks itu, Onad ikut merayakan keberagaman dengan cara yang penuh hormat, menunjukkan bahwa spiritualitas bisa hadir dalam bentuk persahabatan lintas iman.

5. Bagaimana pandangan Habib Jafar tentang toleransi dan keberagaman di Indonesia?

Habib Jafar dikenal sebagai tokoh muda yang konsisten menyuarakan nilai-nilai toleransi dan keberagaman. Ia percaya bahwa kebaikan harus melampaui batas agama dan identitas. Melalui interaksinya dengan Onadio Leonardo dan figur lintas agama lainnya, Habib ingin menunjukkan bahwa perbedaan bukan ancaman, melainkan peluang untuk saling belajar dan memperkaya kehidupan bersama. Ia menekankan pentingnya menghormati iman sendiri tanpa merendahkan iman orang lain.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6