Wanda Hamidah Ungkap Dilema Batinnya Sebagai Ibu Saat Berjuang di Misi Gaza, Tertohok Ucapan Anak

Wanda Hamidah yang juga seorang ibu harus menghadapi dilema yang harus meninggalkan anak-anaknya untuk membantu anak-anak di Gaza.

Diterbitkan 08 Oktober 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Selain persiapan yang matang, Wanda juga membeberkan pada tim Hot Shot bahwa para relawan juga harus siap menghadapi berbagai tantangan selama perjalanan. Mereka harus bisa bertahan hidup dengan makanan seadanya, seperti kurma atau biskuit selama berhari-hari, beradaptasi dengan kondisi yang ada, mulai dari memasak, mencuci baju, hingga tetap beribadah di tengah ombak besar.

Tak Seberapa

Meskipun menghadapi berbagai rintangan yang berat, Wanda Hamidah menyadari bahwa perjuangannya tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang dialami oleh rakyat Palestina. Ia merasa bahwa apa yang ia lakukan adalah sebuah kewajiban sebagai sesama manusia.

"Berat, tapi ya kembali lagi bahwa ini enggak seberat perjuangan rakyat Palestina," ujarnya. Ia berharap apa yang dilakukannya dapat memberikan sedikit harapan dan bantuan bagi mereka yang membutuhkan.

Akhir Perjalanan Global Sumud Flotilla

Berdasarkan artikel sebelumnya, Wanda Hamidah dan para relawan dari Sumud Nusantara dan Global Sumud Flotilla terpaksa harus mengakhiri perjalanannya selama 35 hari. Langkah mereka gagal ke Gaza disebabkan oleh kendala teknis dan blokade, membuat kapal-kapal dalam misi kemanusiaan tersebut tidak bisa berlayar lebih jauh.

Dalam momen kepulangannya, Wanda juga menceritakan lika-liku saat berusaha menembus Gaza melalui jalur laut. Wanda Hamidah berangkat ke Gaza bersama dua warga Indonesia lainnya dalam Global Sumud Flotilla. Kedatangannya ke Gaza merupakan bentuk bantuan kemanusiaan yang berupa seperti makanan, minuman, obat-obatan, dan peralatan bayi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Vindy Therecia, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan