Jennifer Lawrence Respons Tragedi Kemanusiaan di Palestina, Sebut Genosida Tak Bisa Diterima

Jennifer Lawrence berikan pernyataan tentang kondisi global saat ini dalam San Sebastian Film Festival.

Diterbitkan 28 September 2025, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jennifer Lawrence menyebut tragedi di Gaza sebagai genosida.
  • Pernyataan tersebut disampaikan di San Sebastian Film Festival 2025.
  • Ia mengingatkan publik untuk berpartisipasi dalam isu sosial-politik.

Liputan6.com, Jakarta - Jennifer Lawrence menyampaikan pernyataan sikap atas tragedi kemanusiaan di Gaza, Palestina. Pernyataan tersebut disampaikan aktris yang meraih Piala Oscar lewat film Silver Linings Playbook dalam konferensi pers di sela pergelaran San Sebastian Film Festival 2025.

Ia datang ke festival itu untuk menayangkan film terbarunya Die My Love. Terang-terangan, Jennifer Lawrence menyebut apa yang terjadi di Gaza “tidak kurang dari genosida”, dilansir dari Variety (26/9/2025). 

Keberaniannya memberi pernyataan tentang tragedi kemanusiaan di Gaza dianggap sebagai titik balik, mengingat banyak rekan artis lain yang cenderung netral dan diam saat menghadapi pertanyaan tersebut. 

Jennifer Lawrence tak hanya memberi pernyataan tentang pandangannya, tapi juga memberi peringatan kepada masyarakat soal pentingnya berpartisipasi dalam isu sosial-politik di era modern.

Rasa Takut yang Dirasakan Jennifer

Jennifer Lawrence takut dengan kondisi global saat ini. “Saya ketakutan dan ini memalukan. Apa yang terjadi ini tak lebih dari genosida dan tidak bisa diterima,” kata Jennifer Lawrence kepada awak media.

Melansir dari The Independent (26/9/2025), sebagai ibu dua anak, ia takut dan khawatir bahwa kondisi yang terjadi saat ini akan meluas ke masa depan anak-anaknya. “Saya takut untuk anak-anak saya, untuk semua anak-anak kita,” lanjutnya.

Peringatan Bagi Para Jurnalis

Jennifer Lawrence juga mengingatkan tak seharusnya seniman menanggung beban untuk memperbaiki masalah politik dunia. “Saya berharap ada sesuatu yang bisa saya katakan, sesuatu yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki situasi yang sangat rumit dan memalukan ini. Hati saya hancur,” akunya.

“Kenyataannya, ketakutan kita untuk berbicara terlalu banyak atau menjawab terlalu banyak pertanyaan ini bahwa kata-kata saya hanya akan dipakai untuk menambah api dan retorika pada sesuatu yang berada di tangan para pejabat terpilih kita,” ucapnya, dilansir dari Variety (26/9/2025). 

Peringatan untuk Publik

Tak hanya jurnalis, Jennifer Lawrence memberikan masukan serta pengingat kepada masyarakat. “Saya hanya ingin masyarakat tetap fokus pada siapa yang bertanggung jawab dan apa yang bisa kita lakukan, serta kapan perlu datang dan memilih,” imbaunya.

“Jangan biarkan para aktor dan seniman yang berusaha mengekspresikan kebebasan seni dan berbicara menanggung beban orang-orang yang sebenarnya bertanggung jawab,” sahut Jennifer Lawrence.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Reality Club - Idgitaf Ungkap Kekuatan Industri Musik Indonesia, Kian Bertaring di Ranah Global

Hosana Solagracia Sifra, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan