Pongki Barata Jenuh Lagu Cinta, Lahirkan Album 8090 Gandeng Pay Burman Hingga Eross Chandra

Musisi Pongki Barata melahirkan album baru, 8090, pada September 2025. Ia menyebut, 8090 adalah kebalikan dari album Pop yang dirilis pada 2023.

Diperbarui 17 September 2025, 12:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pongki Barata rilis album "8090" (Sept 2025) bergenre rock-metal.
  • Album ini kebalikan "Pop", fokus distorsi gitar dan vokal, libatkan gitaris top.
  • Lagu-lagunya kembalikan memori rock 90-an, tersedia di platform digital.

Liputan6.com, Jakarta Penyanyi sekaligus penulis lagu Pongki Barata melahirkan album baru 8090, pada September 2025. Ia menyebut, 8090 kebalikan dari album Pop yang dirilis pada 2023. Album 8090 fokus pada distorsi gitar, drum, dan eksplorasi vokal.

Album 8090 adalah kebalikan album Pop (2023) lalu. Bila album Pop fokus pada penggunaan synthesizer, maka album 8090 dibalut dengan distorsi gitar, drum gedebag gedebug dan lengkingan tinggi pita suara,” tulis Pongki Barata.

Dalam unggahan di akun Instagram terverifikasi, 5 September 2025, ia menyebut album Pop dan album 8090 bagai kakak adik yang berbeda karakter tapi satu rahim. Album 8090 ditopang banyak gitaris papan atas seperti Pay Burman.

Selain Pay Burman, ada Eet Sjahranie, Iga Massardi, Iwan The Rain, Ronie Athana, Mazbay, Tomo Widayat hingga Eross Candra dari Sheila on 7. “All drums by Tony Soekamti. Sebuah perayaan overdrive pol mentok,” ia menambahkan.

 

Mengedepankan Instrumen Keras

Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Selasa (16/9/2025), produser Chris Charles membeberkan, album 8090 adalah gebrakan baru dari Pongki Barata dengan nuansa rok-metal.

“Dengan mengedepankan instrumen keras seolah Pongki Barata terlihat anti terhadap kata-kata romantis dan puitis seperti yang selama ini melekat pada dirinya,” beri tahu Chris Charles.

Derita Pencipta

Karenanya, Pongki Barata memunculkan kreativitas yang sudah lama terpendam dengan lagu-lagu yang menginspirasinya saat masih muda. Lagu “Batu Karang,” misalnya menampilkan duet dengan Pay Burman mantan gitaris Slank.

“Kemudian lagu ‘Derita Pencipta’ akan membawa pendengar bernostalgia dengan Nirvana. Alunan distorsi khas Def Leppard dapat dirasakan di lagu ‘Cahaya.’ Liriknya unik tentang bumi dalam kondisi darurat karena diserang alien,” ulasnya.

 

Mengembalikan Memori

Jika pendengar ingin merasakan lagu cadas ala Megadeth maka “Orang Penting” bisa jadi alternatif dengan cabikan gitar ala Eet Sjahranie. Melodi gitar ala Keith Richards dapat ditemui di lagu “Gitaris.” Eross Candra memberi nuansa melodius di lagu tersebut.

“Dengan lagu-lagu tersebut diharapkan dapat mengembalikan memori pendengar musik di Indonesia saat ini dengan sound rok era 1990-an. Album ini dapat dinikmati di semua digital platform musik digital,” Chris Charles memaparkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Sinopsis Film A Score to Settle: Aksi Balas Dendam Penuh Emosi Nicolas Cage di Vidio

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan