6 Potret Elvira Devinamira Berbusana Batik Merawit Cirebon Karya Faisal Shah, Anggun Level Paripurna

Puteri Indonesia 2014, Elvira Devinamira, jadi ikon Gelar Batik Nusantara 2025. Ia siap meregenerasi citra batik agar makin digandrungi generasi muda.

Diterbitkan 05 Agustus 2025, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Saya harap desain ini merepresentasikan generasi muda modern terutama millenial dan gen z agar bisa pakai batik diberbagai kesempatan. Batik adalah ciri khas Indonesia. Tiap daerah memiliki ciri khas yang unik dan beda,” Faisal Shah memaparkan.

4. Batik Merawit Cirebon dari Jenama Dibba

Elvira Devinamira panen pujian saat menghadiri GBN 2025. Batik Merawit Cirebon karya Faisal Shah yang dikenakannya adalah salah satu koleksi jenama Dibba. Faisal Shah menilai generasi muda saat ini cenderung tertarik batik yang lebih colorful.

“Generasi muda sekarang mulai mengeksplorasi berbagai batik dan tenun. Tempo hari, tenun tidak terlalu dieksplorasi, tapi sekarang menjadi tren. Seperti batik tenun Gedog dari Tuban, saat ini lebih sering dipakai para desainer. Saya senang dan bangga,” ulasnya.

 

5. Sorotan Khusus untuk Batik Merawit

 

Elvira Devinamira di akun Instagram terverifikasi, pekan lalu, menjelaskan, GBN 2025 mengusung tema “Bangga Berbatik.” Peraih Best National Costume Miss Universe 2014 itu mengajak generasi muda menjadikan batik sebagai bagian gaya hidup kekinian.

Tahun ini, GBN 2025 memberikan sorotan khusus pada Batik Merawit Cirebon, sebuah teknik membatik dengan pola garis-garis halus yang penuh ketelitian,” beri tahu Elvira Devinamira, menyertai video dokumentasi saat menghadiri GNBN 2025.

Dengan tema Bangga Berbatik, GBN 2025 mengajak kita semua untuk merayakan warisan dan menghidupkan batik dalam gaya hidup masa kini,” bintang film Single dan Suami Yang Lain menyambung.

6. Batik Dengan Cutting Modern, Kenapa Tidak?

 

Untuk mendekatkan jarak antara batik dengan gen Z, Faisal Shah di bawah naungan jenama Dibba mengaplikasikan cutting yang lebih modern. Tujuannya agar batik tak lagi identik dengan acara formal, ngantor, atau kondangan.

“Itulah mengapa cutting yang aku buat lebih modern. Tidak terlalu tradisional, karena aku ingin memberi pesan kepada generasi muda bahwa batik bisa dipakai di berbagai aktivitas keseharian, tapi tetap bisa memberi statement,” ujar Faisal Shah.

Terpisah, Elvira Devinamira puas dan bangga melihat beragam batik di GBN 2025. “Every art piece has a story to tell. By the way, berasa banget vibes-nya kayak tugas zaman jadi Puteri dulu,” cuit Elvira Devinamira di akun Instagram terverifikasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan