Rayi RAN Ungkap Rahasia Pernikahan Langgengnya, dari Love Language hingga Hadapi Rasa Bosan

Tidak hanya launching single terbarunya “Istriku” via intimate private party pada Jumat (25/07/2025), Rayi juga membagikan cerita pernikahannya bersama sang istri, Dila.

Diterbitkan 29 Juli 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Ujung-ujungnya kita harus kompromi, jadi kita ketemu di tengah. Mungkin pada akhirnya yaudah gue juga harus membangun agak sedikit lebih mengalah dibanding diri lagi karena kan yaudah itu masuk ranahnya Dila itu, belanja-belanja," lanjut Rayi.

Dila juga menambahkan bahwa kompromi itu sebuah keharusan, “Tapi yang jelas, komprominya itu harus selalu menguntungkan. Jadi, justru maksudnya bukan ngalah, kompromi. Jadi maksudnya ketemu di tengah,” jelas Dila.

Tindakan Kecil yang Buat Langgeng

Rayi juga bercerita bahwa keluarganya seringkali melakukan hal yang cukup basic untuk menunjukkan rasa cinta dan sayang satu sama lain. Salah satu contohnya melalui love language-nya, physical touch.

“Jadi, physical touch tuh cukup tinggi lah di love language kita. Jadi, kadang itu suka gak ada momen apa-apa tiba-tiba kayak quick hug, gitu. 10 second hug, gitu,” ungkap Rayi.

Perbedaan pendapat yang sering terjadi di antara keduanya justru menjadi sumber percakapan yang tak ada habisnya. Mereka dikenal sebagai pasangan yang sama-sama berani beropini dan menyukai tantangan.

“Ketika dibilang (dirinya) sama Dila gak cocok, kita buktikan aja. Satu-satunya yang sama dari gue Dila adalah: ada challenge di depan mata, ada sebuah tantangan, malah kita merasakan, bisa membuktikan,” kata Rayi.

Pandangan Terhadap Pernikahan

Rayi memandang pernikahan sebagai sebuah tanggung jawab besar. Ia tidak menampik adanya ketakutan, namun menurutnya hal itu baik untuk membuat seseorang tidak menyepelekan pernikahan. Ia percaya jika menikahi orang yang tepat, pernikahan justru akan terasa indah. "Ya, gue sih sejauh ini alhamdulillah bisa bilang, membuktikan bahwa pernikahan itu justru enggak menakutkan, justru indah insya Allah," tuturnya.

Rayi juga beranggapan bahwa pernikahan itu pasti ada bosannya, “Ada naik turun-naik turunnya. It's a day to day battle. Setiap hari kita harus mengusahakan terus. Cinta kasih harus diusahakan terus, dibangun terus, dibaca terus.”

Dila juga memberikan opininya terhadap pernikahan, yang ia analogikan seperti jalan dua arah yang terus menerus dalam perbaikan, “Kalau pernikahan itu, pun ketika bosan, itu kan sebenarnya berkarena juga ya. Marriage is a two way street, constantly under construction. Jadi, maksudnya pun udah beres, tapi itu kayak musimnya semua digantikan, diaturin lagi, gimana-gimana lagi, gitu.”

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Vindy Therecia, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan