Makna Lagu They Don't Care About Us dari Michael Jackson: Marah Pada Ketidakadilan dan Kekerasan Aparat

Michael Jackson menulis, memproduseri, serta menyanyikan "They Don't Care About Us." Lagu ini seruan terhadap prasangka dan kebencian di masyarakat.

Diterbitkan 10 Juli 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta LaguThey Don’t Care About Us” milik mendiang penyanyi Michael Jackson, menjadi salah satu karya paling politis dan penuh kemarahan dalam perjalanan karier sang Raja Pop.

Dirilis pada 1995 sebagai bagian dari album HIStory: Past, Present and Future, Book I, lagu ini memuat pesan sosial yang kuat tentang ketidakadilan, rasisme, dan kekerasan yang dilakukan aparat terhadap kelompok minoritas.

Michael Jackson, yang menulis dan memproduseri lagu ini, menjelaskan makna lagu tersebut di situs web resminya. Ia mengatakan lagu ini seruan terhadap prasangka dan kebencian yang masih terus berlangsung di masyarakat.

“Lagu ini sebenarnya tentang rasa sakit akibat prasangka dan kebencian, dan cara untuk menarik perhatian pada masalah sosial serta politik. Aku adalah suara bagi mereka yang dituduh dan diserang," ujar Michael Jackson dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Songfacts.

"Aku adalah suara semua orang. Aku adalah skinhead, aku adalah orang Yahudi, aku pria kulit hitam, aku pria kulit putih. Aku bukan penyerang. Lagu ini tentang ketidakadilan yang dialami anak-anak muda dan bagaimana sistem bisa menuduh mereka secara tidak adil,” imbuhnya. 

Kontroversi Lirik dan Respons Michael Jackson

Namun, lagu ini sempat menimbulkan kontroversi, terutama karena bagian lirik yang dianggap menyudutkan komunitas Yahudi: “Jew me, sue me / Everybody do me / Kick me, kike me / Don’t you black or white me.”

Beberapa pihak menilai lirik tersebut mengandung sentimen anti-Semit. Michael Jackson kemudian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan menegaskan bahwa tidak ada maksud untuk menyerang kelompok Yahudi.

Sebagai respons atas polemik tersebut, frasa “Jew me” dan “kike me” kemudian dihapus dari versi cetak ulang lagu ini.

Akibat kontroversi itu, sejumlah stasiun radio di Amerika Serikat enggan memutar lagu ini, yang membuat “They Don’t Care About Us” hanya mampu mencapai posisi ke-30 di tangga lagu Billboard. Sebaliknya, di Eropa, lagu ini diterima lebih baik dan menembus jajaran 10 besar di berbagai negara.

 

Dua Video Musik dan Peran Sosial di Brasil

Lagu ini juga diperkuat dua video musik garapan sutradara Spike Lee. Video pertama menampilkan Michael Jackson dalam keadaan diborgol di penjara, diselingi cuplikan nyata aksi kekerasan polisi terhadap warga kulit hitam serta pelanggaran hak asasi manusia lainnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Video kedua menggambarkan Michael Jackson menari bersama para penggemar di kawasan Dona Marta, Rio de Janeiro, Brasil. Kehadiran Michael Jackson di wilayah yang dulunya dikuasai kartel narkoba itu menjadi titik awal transformasi sosial di sana. Claudia Silva, juru bicara pariwisata Rio, kepada Rolling Stone mengatakan, “Proses perbaikan Dona Marta dimulai dari Michael Jackson. Tidak ada lagi pengedar narkoba di sana, dan kini telah ada program sosial besar-besaran. Semua perhatian itu dimulai dari Michael Jackson.”    

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan