Potret Lamaran Nadin Amizah dengan Konsep Unik, Bernuansa Klasik 80-an

Intip inspirasi model kebaya lamaran Nadin Amizah yang unik dengan nuansa klasik 80-an, sukses curi perhatian dan jadi tren baru.

Diperbarui 28 Juni 2025, 10:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Nadin Amizah baru-baru ini membagikan momen bahagianya melalui unggahan di akun Instagramnya. Nadin tampak menampilkan wajah bahagia, usai melangsungkan prosesi lamaran yang penuh kehangatan, bersama sang kekasih yakni Faishal Tanjung. Salah satu yang mencuri perhatian warganet adalah konsep unik yang diangkat, yakni nuansa klasik yang kental seperti di tahun 1980-an di balutan busana keduanya.

Kesan lawas yang ditampilkan bukan sekadar gaya, tetapi hadir melalui pilihan busana, warna, dan latar dekorasi yang berpadu serasi. Dibalut dengan sentuhan floral dan estetika lembut, konsep lamaran ini seolah mengajak siapa saja yang melihatnya untuk larut dalam nostalgia. Mulai dari tampilan mereka berdua, tata rias, hingga dekorasi tempat, semuanya terancang apik dengan narasi visual yang utuh dan harmonis.

Nadin dan Faishal tampak sangat bahagia di momen ini, dan sekaligus menjadi pembuktian mimpi keduanya ke jenjang selanjutnya semakin dekat. Dalam kesempatan ini, Liputan6 mencoba mengangkat potret lamaran keduanya yang penuh kesan dan visual estetik. Simak selengkapnya, dirangkum Sabtu (28/6).

 

Pakai Kebaya Kutu Baru yang Klasik dan Elegan

Dalam sejumlah foto yang diunggah, Nadin terlihat anggun dengan mengenakan kebaya kutu baru berwarna keperakan lembut dengan detail bordir halus dan payet. Menariknya, visual outfit kebaya yang dipakai tidak menampilkan kesan mencolok, dan amat cocok dengan siluet Nadin yang proporsional. Model kebaya ini mencerminkan gaya klasik yang banyak dikenakan perempuan Indonesia pada era 70-an hingga 80-an untuk penampilan bersahaja mereka.

Warna keperakan yang dikenakan juga bukan pilihan sembarangan. Warna ini mampu memantulkan cahaya alami secara lembut, memberi kesan lembut pada riasan dan rambut merah tembaga khas Nadin. Perpaduan warna kulit dan kebaya yang senada menghadirkan tampilan yang tidak hanya estetik, tapi juga otentik.

Yang membuat kebaya ini semakin spesial adalah keberaniannya membawa elemen tradisional ke dalam suasana modern. Kebaya kutu baru sering dianggap kuno, namun Nadin berhasil membuktikan bahwa potongan ini justru abadi dan tak lekang oleh waktu ketika dikemas dengan pilihan warna dan bahan yang tepat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Sebagai pelengkap atasannya, Nadin mengenakan kain lilit batik bernuansa pastel dengan corak bunga yang lembut. Batik ini tampak selaras dengan tone kebaya, memberikan kesinambungan visual yang elegan dan feminin. Motif yang dipilih seolah membawa kita ke masa lalu, saat busana perempuan Indonesia kaya akan ornamen tetapi tetap terkesan ringan. Penggunaan batik lilit sebagai bawahannya memberikan keleluasaan gerak, namun tetap menjaga struktur formal acara lamaran. Motif pastel floral yang dominan memberi impresi lembut, seolah menambah dimensi romantis di tiap langkahnya. Bahan kain yang jatuh juga mempertegas kesan anggun dan berkelas. Selain menunjang estetika, kain batik ini juga menjadi representasi nilai budaya. Keputusan memakai batik lilit dengan motif klasik membuktikan bahwa gaya 80-an bisa tetap hidup dalam konteks modern, apalagi saat dipadukan dengan kebaya kutu baru yang senada.

Halaman
Show All
Nurul Diva, Alieza NurulitaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan