Makna Lagu Bohemian Rhapsody dari Queen, Sebuah Ungkapan Puitis Freddie Mercury yang Penuh Misteri tentang Pergulatan Moral

Makna lagu dari lirik Bohemian Rhapsody sebenarnya masih misterius dan menjadi bahan perdebatan di kalangan penggemar Queen. Namun, beragam interpretasi sangat menarik untuk diketahui. Yuk kita selami salah satu lagu terbaik dari grup musik asal Inggris ini.

Diterbitkan 26 Mei 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Proses Produksi yang Revolusioner dan Inovasi Visual dalam Video Musik

Secara musikal, Bohemian Rhapsody merupakan sebuah karya yang kompleks dan sangat ambisius. Proses pembuatannya, Queen menggunakan teknik overdubbing hingga mencapai 180 trek vokal, jumlah yang luar biasa banyak untuk era rekaman analog tahun 1970-an. Mereka bahkan bisa melihat melalui tembusan pita rekaman saking tipisnya akibat digunakan berulang-ulang.

Brian May pernah menyampaikan bahwa Freddie datang ke studio membuat coretan-coretan untuk lagu di atas kertas bekas kantor ayahnya. Freddie lalu memainkan piano seperti sedang memainkan drum. Lagu ini direkam di enam studio berbeda dan menjadi bagian dari album A Night at the Opera, yang tercatat sebagai album termahal saat itu.

Menariknya, Queen menciptakan video musik untuk lagu ini demi menghindari tampil secara langsung di acara Top of the Pops, sebuah langkah yang dinilai revolusioner. Video yang disutradarai Bruce Gowers ini hanya memakan waktu tiga jam dan biaya £3.500 pada masa itu, namun menjadi ikon visual yang mendefinisikan era baru dalam mempromosikan sebuah karya musik.

Dalam video musiknya, digunakan efek prisma, citra berganda, serta pengaruh visual dari Marlene Dietrich yang memperkuat karakter dan atmosfer lagu. Video ini kemudian menjadi cetak biru untuk industri musik modern yang mengandalkan klip visual sebagai alat utama promosi.

 

Warisan Abadi dari Lagu Tanpa Jawaban Pasti

Sejak pertama dirilis, Bohemian Rhapsody sudah mencatat rekor, yakni sukses bertahan di puncak tangga lagu Inggris selama sembilan pekan. Lagu ini kembali populer setelah digunakan dalam film Wayne’s World (1992), dan merebut hati penggemar dari generasi baru di Amerika Serikat.

Seperti diketahui banyak orang, Freddie Mercury meninggal dunia pada 1991 akibat AIDS. Namun tak lama setelahnya, lagu ini dirilis ulang hingga kembali menduduki puncak tangga lagu. Bahkan, lagu ini menjadi semacam penghormatan untuk Freddie sebagai musisi sekaligus sebagai manusia yang kompleks dan berani.

Seperti pernah diungkapkan Brian May, Bohemian Rhapsody mungkin tidak akan pernah benar-benar dimengerti. “Menurutku, lebih baik meninggalkannya dengan tanda tanya di udara,” katanya.

Banyak pihak yang menilai, justru dalam ketidaktahuan itulah lagu ini menemukan keabadiannya, membiarkan setiap orang pendengar memaknainya dari pemikiran masing-masing.

Pemaknaan mana yang tepat? Kisah pembebasan pribadi seseorang? Pengakuan yang tersembunyi? Ataukah sekadar eksperimen musikal liar yang dibawakan secara absurd?

Jawaban pastinya, mungkin hanya Freddie yang tahu. Dan mungkin juga itulah seni dari menciptakan lagu yang sesungguhnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan