5 Fakta Pemakaman Suami Najwa Shihab, Satu Liang Lahat dengan Mendiang Putrinya

Suami Najwa Shihab dimakamkan satu liang lahat dengan mendiang putrinya. Saat pemakaman diringi hujan tanda rahmat.

Diperbarui 22 Mei 2025, 11:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Duka mendalam menyelimuti keluarga besar jurnalis ternama Najwa Shihab setelah sang suami, Ibrahim Sjarief Assegaf, meninggal dunia pada Selasa, 20 Mei 2025. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat di TPU Jeruk Purut, Jakarta, pada Rabu (21/5) pagi dalam suasana penuh haru dan diiringi hujan lebat yang mengguyur tanpa henti.

Ibrahim dimakamkan satu liang lahat bersama putrinya, Namiyah, yang telah lebih dahulu berpulang. Pemandangan ini memperlihatkan betapa besar rasa kehilangan yang dirasakan keluarga dan betapa eratnya ikatan antara ayah dan anak yang bahkan tak terpisahkan di liang lahat. Meski tak banyak terekspos media semasa hidup, kehadiran banyak tokoh publik hingga derasnya hujan di pemakaman menciptakan suasana yang menggetarkan.

Ayahanda Najwa, Quraish Shihab, menyebut bahwa hujan tersebut adalah tanda kasih Tuhan, menandai ridho atas kepergian sang menantu. Tangisan, doa, dan keikhlasan menjadi napas dalam prosesi yang menguras emosi tersebut. Najwa Shihab pun kini dalam kondisi legawa dan ikhlas usai kepergian sang suami tercinta. Berikut fakta mengharukan seputar pemakaman Ibrahim Sjarief Assegaf, yang dirangkum Liputan6, Kamis (22/5).

Kata Quraish Shihab Soal Turun Hujan saat Pemakaman: Berpulangnya Almarhum Menjadi Tanda Rahmat Tuhan

Sepanjang prosesi pemakaman, hujan deras tampak mengguyur tanpa henti di area pemakaman saat jenazah Ibrahim Sjarief Assegaf dimasukkan ke liang lahat. Meski demikian, Quraish Shihab menuturkan bahwa momen tersebut bukanlah kebetulan semata, melainkan tanda kasih dan rahmat dari Tuhan atas hamba yang dicintai-Nya. Menurutnya, hujan yang mengiringi kepergian Ibrahim menandakan bahwa almarhum adalah pribadi yang diberkahi dan meninggalkan kesan mendalam terkait keteladanan dalam hidupnya.

"Berpulangnya almarhum menjadi tanda Rahmat Tuhan. Tuhan berfirman dalam Al-Qur'an, orang-orang yang durhaka itu, langit tidak menangis buat dia. Artinya tidak turun hujan. Berarti orang yang dicintai Tuhan ketika dimakamkan, hujan turun, ridho," kata Quraish Shihab usai ikut memakamkan di TPU Jeruk Purut Jakarta, Rabu (21/5/2025).

Kebesaran hati Quraish Shihab tercermin dalam sikap pasrahnya menerima takdir Tuhan, yang dianggapnya selalu membawa keputusan terbaik, termasuk pada kepergian seorang menantu yang ia anggap sebagai pribadi penuh kelembutan dan keutamaan. Selain itu, tampak banyak pelayat hadir dalam kondisi cuaca yang ekstrem tanpa ragu, yang menandakan bahwa almarhum memiliki pengaruh dan kebaikan hati yang melekat di benak mereka yang mengenalnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Putra dari Najwa dan Ibrahim, Izzat Assegaf, turut mengantar ayahnya ke tempat peristirahatan terakhir. Tampak Izzat sempat menggotong keranda sang ayah dan ikut menyiramkan air saat prosesi pemakaman. Sebagai putra yang ditinggal wafat, raut duka tampak jelas di wajah Izzat. Namun, ia tetap tegar dan legawa dalam menerima kondisi tersebut. Prosesi pemakaman dijalankan penuh dengan rasa hormat, tenda besar disiapkan untuk melindungi pelayat dari hujan deras, dan Izzat berdiri di tengah kerumunan pria dewasa yang menyaksikan penguburan sosok ayah yang ia kagumi. Meskipun Najwa tidak turut serta dalam pengantaran jenazah sesuai adat dan tradisi keluarga, kehadiran Izzat menggantikan posisi tersebut secara spiritual, menghubungkan cinta, doa, dan pengabdian dari istri dan anak kepada almarhum.

Halaman
Show All
Nurul Diva, Alieza NurulitaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan