6 Potret Kenangan Ibrahim Assegaf Suami Najwa Shihab dan Izzat Putra Semata Wayangnya, Penuh Kasih Sayang

Izzat Assegaf adalah putra semata wayang Najwa Shihab dan mendiang suami. Ini potret kenangan manis keduanya.

Diterbitkan 21 Mei 2025, 15:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ibrahim Sjarief Assegaf, suami Najwa Shihab, meninggal dunia pada Selasa, 20 Mei 2025 di usia 47 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) dan disemayamkan di kediaman keluarga di kawasan Cilandak Timur, Jakarta Selatan.

Tak bisa dipungkiri, kehilangan orang terdekat selalu menyisakan ruang kosong yang sulit tergantikan. Terlebih saat kenangan yang tersisa adalah potret-potret sederhana yang kini berbicara lebih lantang daripada kata-kata. Izzat Assegaf, putra semata wayang Najwa Shihab dan almarhum Ibrahim Assegaf, kini menjadi saksi hidup dari warisan cinta seorang ayah.

Setiap momen yang tertangkap kamera kini menjadi pengingat akan kasih sayang yang pernah tumbuh begitu erat. Tidak hanya penuh makna secara emosional, tetapi juga spiritual, intelektual, dan kehangatan keluarga yang sulit ditemukan duanya. Dari ruang duka hingga tawa di pegunungan, semuanya menyatu menjadi narasi kasih yang utuh.

Lewat potret yang tersebar di media sosial dan ruang publik, terlihat jelas perjalanan hubungan ayah dan anak ini. Hubungan yang dibangun tidak dalam kata-kata megah, tetapi melalui perhatian, kebersamaan, dan kehadiran yang konsisten. Kini, foto-foto itu menjadi bukti abadi dari cinta yang telah berpulang.

1. Izzat Duduk Setia di Samping Jenazah Ayahnya

Dalam keheningan ruang duka, terlihat Izzat duduk setia di samping jenazah ayahnya, Ibrahim Assegaf. Wajah yang teduh namun menyimpan luka, menjadi potret nyata dari cinta yang begitu dalam. 

Momen ini tidak hanya menggambarkan kehilangan, tetapi juga penerimaan. Sebuah bentuk cinta yang merelakan, bukan melupakan. Dikelilingi keluarga dan sahabat, suasana menjadi sakral dan syahdu, mengingatkan bahwa setiap akhir pun punya makna.

Wajah Izzat yang memancarkan ketegaran di tengah kepedihan adalah cermin dari nilai yang ditanamkan sang ayah. Ini bukan hanya perpisahan, tapi peringatan akan kedalaman ikatan darah dan nilai hidup. Doa itu bukan hanya untuk kepergian, tapi juga bentuk syukur atas kebersamaan yang pernah ada.

2. Rekreasi Ayah dan Anak

Potret Izzat dan Ibrahim di jalur sepeda yang rindang. Dalam foto itu, keduanya mengenakan helm, tertawa lepas ke arah kamera, seolah dunia hanya milik mereka berdua. Rekreasi sederhana ini merekam hubungan akrab mereka: kebugaran, kebersamaan, dan canda yang menyegarkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Aktivitas bersepeda bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga ruang untuk berbagi nilai dan prinsip hidup. Di tengah jalanan yang tenang dan pemandangan hijau, percakapan kecil mungkin terjadi tentang masa depan, cita-cita, atau sekadar lelucon yang memperkuat ikatan.  

Halaman
Show All
Rizka Nur Laily Muallifa, Tyas Titi KinaptiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan