Serba-serbi Karakter Baku di Weak Hero Class 2, Termasuk Tampilan Ikonik Ryeo Un Berambut Merah Bersandal Jepit

Menyimak fakta menarik karakter Baku yang diperankan Ryeo Un di drakor Weak Hero Class 2.

Diterbitkan 08 Mei 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Weak Hero Class 2 yang tayang perdana pada 25 bulan lalu, Ryeo Un memerankan Pak Hoo-min alias Baku, pemimpin kelompok yang penuh rasa keadilan. Ia berhasil mencuri perhatian penonton global lewat aktingnya yang mendalam, menggambarkan perjalanan emosional dan pertumbuhan anak muda.

Sebagai tokoh yang baru muncul di musim kedua, Ryeo Un mengaku cukup terbebani dengan kesuksesan musim pertama serialnya. Dia juga sempat kesulitan menyesuaikan diri dengan intensitas karakter Baku yang penuh warna dan energi.

“Aku banyak mikir, tapi aku merasa Baku memang harus seperti itu. Aku nggak pengen tampil datar atau terlalu serius—aku pengen menunjukkan warna Pak Hoo-min yang sesungguhnya. Lagipula, karakternya juga nggak fantastik atau aneh-aneh, kan?” jelasnya dikutip dari Osen via Chosun Biz.

Kemudian dia menceritakan proses pembuatan adegan pertama kemunculannya dalam Weak Hero Class 2, “Aku pengen penampilan pertamanya langsung mencolok. Makanya, meskipun waktu itu musim dingin, aku usul buat pakai celana pendek dan sandal jepit. Biar dari awal penonton bisa langsung merasakan kepribadian Baku.”

Ia juga berbagi pandangannya soal karakter Baku. Tokoh Baku sebenarnya tidak datang dari latar keluarga yang baik. Tapi kenapa dia tetap ceria? Menurut Ryeo Un, itu lantaran dia punya pola pikir yang dewasa. Dia merasa Baku lebih dewasa dari teman seusianya. 

“Dan dia berusaha banget buat tetap terlihat ceria. Baku juga tipe orang yang mau bertanggung jawab atas semua temannya. Dia mungkin melihat rasa kehilangan dari kematian lewat Si-eun. Jun-tae juga teman yang lemah, tapi usahanya buat bertahan pasti terlihat keren di mata Baku. Dari situ, hubungan mereka makin erat,” jelasnya.

Di Balik Layar Adegan Aksi

Ryeo Un juga cerita soal proses syuting adegan aksi di balik layar. “Sebelum syuting, dia ikut sekolah aksi selama dua bulan. Para pemain sering latihan bersama, bahkan waktu istirahat di lokasi syuting tetap dipakai untuk latihan bersama sutradara laga dan para aktor lainnya.

“Aku memang pernah main adegan aksi sebelumnya, tapi lebih ke karakter pendekar, jadi lebih banyak latihan pedang. Awalnya aku pikir bakal susah karena beda gaya, tapi lama-lama malah seru dan aku jadi menikmati prosesnya. Adegan aksi pertama di arena bowling itu favoritku,” tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Itu pertama kalinya aksi khas Baku ditampilkan, dan langsung menunjukkan sisi uniknya. Pukul-pukulan pakai bola bowling atau tinju biasa—bukan gerakan teknik tinggi—itu justru pas banget sama karakter Baku,” kenangnya.

Halaman
Show All
Zulfa Ayu Sundari, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan