Indonesia Kirim Delegasi ke Marche du Film Festival Cannes, Kesempatan Emas Promosikan Sinema Tanah Air

Film Jumbo juga akan dibawa delegasi Indonesia ke Marche du Film di Festival Film Cannes.

Diterbitkan 09 Mei 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Indonesia akan ikut ambil bagian dalam perhelatan akbar di dunia sinema, Festival Film Cannes 2025, yang akan berlangsung pada 13-24 Mei 2025 mendatang. Tepatnya, dalam perhelatan Marche du Film.

Seperti dalam terjemahan harfiahnya—Pasar Film—Marche du Film akan mempertemukan pelaku industri perfilman dari seluruh dunia. Ini bukan  hanya untuk mempromosikan perfilman Tanah Air maupun potensi Indonesia, tapi juga memberikan kesempatan kepada sineas dalam negeri untuk berjejaring.

Dalam konferensi pers yang digelar di CGV FX Sudirman, Jakarta, pada Selasa (6/5/2025), Paviliun Indonesia akan didirikan di Marche du Film Festival Film Cannes atas dukungan Kementerian Kebudayaan Republik bersama Pemprov DKI Jakarta.

“Karena ini merupakan salah satu festival film yang penting, dan di tengah ekosistem perfilman kita yang sedang baik, saya kira kita harus riding the wave,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon, saat memberikan sambutan di acara ini. Sejumlah film akan dibawa ke Marche du Films, termasuk Jumbo, Ikatan Darah, Monster Pabrik Rambut, dan lainnya. 

Fadli Zon juga mengungkap harapan, bahwa dengan keikutsertaan dalam Marche du Film, kehadiran Indonesia akan makin terasa dalam festival ini—bahkan hingga tahun-tahun mendatang.

“Yang ingin saya garis bawahi adalah komitmen Bapak Presiden atas kemajuan kebudayaan, khususnya film,” tutur Fadli Zon.

 

Mimpi Jakarta Jadi Kota Sinema

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI, Andhika Permata, menyebut bahwa keikutsertaan pihaknya di festival film internasional ini, berkaitan dengan cita-cita besar. Yakni mewujudkan Jakarta sebagai Kota Sinema, di ultahnya ke-500 pada 2027 mendatang.

“Kehadiran di Cannes ini merupakan langkah awal," tutur Andhika Permata.

Langkah lain yang Tengah disusun, antara lain mempromosikan Jakarta sebagai pilihan lokasi syuting. Termasuk dengan aset yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta, termasuk Pulau bidadari dan Dolphin hingga instalasi-instalasi kuno milik PAM Jaya.

Reza Rahadian dan Pangku

Dalam kesempatan yang sama, Reza Rahadian sebagai salah satu perwakilan sineas yang hadir, mengapresiasi langkah pemerintah. Apalagi pada tahun ini filmnya yang bertajuk Pangku juga akan berangkat ke Festival Film Cannes, sebagai bagian dari program Hong Kong – Asia Film Financing Forum atau HAF Goes to Cannnes.

Di Festival Film Cannes nanti, salah satu target Reza Rahadian adalah  berjejaring secara global.

“Selain mencari potential untuk sales agent kemudian partnership dalam bentuk lain, karena ini lebih wide-specific chamber-nya,” tuturnya.

Sineas Indonesia di Semaine de la Critique

Sineas Indonesia yang tahun ini berangkat ke Festival Film Cannes bukan hanya Reza.  Ada pula produser film Yulia Evina Bhara yang akan berangkat, sebagai juri di ajang Critic’s Week atau Semaine de la Critique yang menjadi bagian festival film ini.

“Diundang ke sana sebagai juri pastinya sebuah kebanggaan, mudah-mudahan bermanfaat bagi Indonesia ke depan,” tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Harry Styles Diundang ke Pernikahan Taylor Swift, Tapi Pilih Absen Karena Alasan Ini

Ratnaning Asih, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan