A Journey to Hammersonic 10th Year Anniversary: The Convention, Lebih Dekat dengan Jona Weinhofen hingga Aksi Cadas Thy Art Is Murder

A Journey to Hammersonic: Celebrating the 10th Anniversary The Convention - Exclusive Intimate telah digelar di Bali United Studio, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Minggu (4/5/2025).

Diterbitkan 05 Mei 2025, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Salah satu momen menarik adalah backdrop yang digunakan saat Revenge The Faith membawakan nomor "Darah Serigala". Mereka memasang backdrop mengenang Ricky Siahaan, personel Seringai yang meninggal dunia pada 19 April 2025 lalu. Penghormatan ini seolah mewakili para fans Seringai, Serigala Militia, yang masih dirundung duka atas kepergian Ricky Siahaan.

Aksi Jona Weinhofen Menggelar Klinik Gitar

Jona Weinhofen, gitaris band metal I Killed the Prom Queen, hadir pada sesi intimate kedua dalam acara ini. Jona Weinhofen mengawali sesi ini dengan klinik gitar serta penampilan solo membawakan sejumlah lagu-lagu yang pernah diisi olehnya. Setelah itu, Jona Weinhofen melanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Menariknya, di awal perbincangan, Jona mengaku kepada host bahwa awalnya ia lebih tertarik pada dunia dance dan sempat berminat ingin menjadi penari. "Dulu di sekolah saya tarian seperti break dance sedang sangat populer. Namun ketika mendengarkan musik dan berkenalan dengan gitar, saya merasa inilah jalan saya," ucapnya.

Jona Weinhofen bercerita panjang lebar mengenai suka duka dan lika-likunya selama menjadi musisi metal. Termasuk perjalanannya sebagai mantan gitaris Bleeding Through dan Bring Me the Horizon serta bagaimana ia bisa bertahan ketika banyak produser musik tak terlalu berfokus pada musik-musik cadas.

"Sekitar 2006/2007 kala itu belum banyak produser yang fokus pada musik-musik hardcore," ujarnya saat disinggung mengenai perannya sebagai manajer lantaran hal tersebut.

Di akhir sesi, Jona juga memainkan demo lagu yang belum permah diperdengarkan sebelumnya dan baru dimainkan lagi sejak dua hari sebelumnya. Ia juga memainkan lagu-lagu BMTH yang pernah dibawakannya selama menjadi personel pendukung band tersebut.

 

Sangarnya Band Metal asal Australia

Selanjutnya, sesi makin panas dengan penampilan Thy Art Is Murder. Band Deathcore asal Australia ini membawakan lagu-lagu seperti "Puppet Master", "Holy Wars" hingga "Reign Of Darkness". Aksi mereka terbilang rapi dan tetap cadas, didukung oleh pencahayaan yang tepat.

Mereka berhasil membakar semangat para penonton yang terpukau. Seperti layaknya Revenge the Fate, Thy Art is Murders juga meminta pengunjung untuk membentuk lingkaran di tengah kerumunan untuk membuat moshpit. Penonton pun membuat "circle of death" dan "wall of death".

Pada tiap lagu, penonton melingkar di hadapan Thy Art is Murders yang makin membuat mereka semangat tampil. Aksi Thy Art is Murders membawakan lagu-lagu andalannya, membuat A Journey to Hammersonic 10th years Anniversary: The Convention makin membekas di hati para metalhead.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan