6 Catatan Rizky Hanggono dan Tika Bravani dari Film Rumah Untuk Alie, Bahas Dampak Fatal Perundungan

Rumah untuk Alie salah satu film Indonesia yang akan tayang di bioskop, April 2025. Film ini dibintangi Rizky Hanggono, Tika Bravani dan Anantya Kirana.

Diterbitkan 13 April 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Rumah untuk Alie salah satu film Indonesia yang akan tayang di bioskop Tanah Air, April 2025. Film ini menampilkan adu akting Rizky Hanggono dengan Anantya Kirana yang berperan sebagai Alie.

Alie dituding sebagai biang keladi kecelakaan yang menewakan ibunya, diperankan Tika Bravani. Sejak tragedi itu, ayah Aliem, Abimanyu, membenci Alie. Begitu pula dengan empat kakak Alie.

Tak merasa nyaman dan aman di rumah sendiri, Alie menjadi pribadi pemurung. Di sekolah, ia tak punya banyak teman. Puncaknya, saat dirundung sejumlah kakak kelas yang menuding Alie genit pada Natta (Rafly Altama).

Padahal Natta adalah kakak tiri Alie. Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini merangkai 6 catatan Rizky Hanggono dan Tika Bravani membintangi film Rumah Untuk Alie yang tayang di bioskop mulai 17 April 2025.

 

1. Tika Bravani Pernah Jadi Korban Bullying

Rumah untuk Alie diadaptasi dari buku karya Lenn Liu. Versi film disutradarai Herwin Novianto yang mencetak box office lewat Kang Mak From Pee Mak tahun lalu. Membintangi Rumah Untuk Alie, Tika Bravani terkenang masa sekolah saat jadi korban perundungan.

“Verbal, fisik. Kalau dulu, institusi sekolah kadang menormalisasi (perundungan) kakak kelas ke adik kelas. Ada yang memang itu menjadi tradisi, ketika kita mengadu ke guru, jawabnya kayak: ya memang begitu,” kata Tika Bravani di Jakarta, Jumat (11/4/2025).

 

2. Kini Waswas Jika Anaknya Dirundung

Tika Bravani mengingatkan, ketika perundungan di lingkungan sekolah menjadi tradisi dan dianggap wajar, maka akan sangat sulit memutus mata rantai kekerasan berbasis senioritas. Kini, bintang film Soekarno pun waswas jika melak anaknya meraskaan hal yang sama.

“Saya pernah jadi korban bullying, saya makin waswas karena punya anak juga. Terus melihat anak sekarang, di pergaulan itu banyak banget kasus perundungan yang parah. Kayak nyawa enggak ada artinya. Apalagi sekarang kayaknya no viral no justice,” ia menyambung.

 

3. Saat Dirundung Mengadu ke Siapa?

Setelah mendalami naskah film Rumah Untuk Alie yang digarap Lenn Liu dan Lottati Mulyani, Tika Bravani mencoba berempati pada tokoh Alie yang menanggung beban fisik dan psikis. Ia tak dicintai keluarga dan mendapat perlakuan buruk di sekolah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Kadang-kadang saya berpikir kalau bullying kejadian di anak saya, apa yang harus saya lakukan? Saya harus minta perlindungan ke mana? Setiap baca skenario itu saya selalu berkaca pada kehidupan aslinya,” Tika Bravani mengulas.  

Halaman
Show All
Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan