Duka Mendalam Eza Gionino: Ibunda Tercinta Meninggal Dunia, Ikhlas Merelakan untuk Selamanya

Eza Gionino mengalami kehilangan mendalam setelah ibunya meninggal dunia, menyisakan kenangan dan momen berharga bersama.

Diterbitkan 10 Maret 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Momen ini tidak hanya menjadi tanda perpisahan, tetapi juga ungkapan rasa syukur karena masih sempat bertemu dan mendampingi ibunya di detik-detik terakhir.

Eza juga mengungkapkan rasa syukurnya karena sempat saling meminta maaf sebelum kepergian ibunya. “Ujung-ujungnya, kami tertawa bersama sampai akhirnya saya harus melepas mama dari semua sakitnya,” ungkapnya. Dalam momen haru ini, Eza menunjukkan keteguhan hatinya meskipun rasa kehilangan yang dialaminya sangat mendalam.

Kepedihan yang Tak Terelakkan

Sebelum kepergian ibunya, Eza Gionino rajin menjenguk dan menunggu ibunya di rumah sakit. Ia membagikan momen-momen tersebut kepada publik, termasuk foto ibunya yang terbaring di rumah sakit dengan alat medis terpasang. Eza mengungkapkan betapa sulitnya melihat kondisi ibunya yang semakin memburuk.

“Kondisi mama sudah makin memburuk, enggak ada lagi yang bisa gue lakuin,” tuturnya dalam video klarifikasi di kanal YouTube SCTV.

“Kita sudah berusaha sekeras mungkin supaya mama bisa bertahan, tapi mungkin jalannya diarahkannya sudah berbeda. Ini gue enggak kuat,” tambahnya.

Setelah kepergian ibunya, Eza Gionino berusaha untuk mengikhlaskan kepergian sang ibunda. Ia percaya bahwa ibunya kini tidak lagi merasakan sakit.

Mama sudah enggak sakit lagi sekarang ya Ma. Eza ikhlas Ma, insya Allah saya kuat,” ungkapnya dengan penuh harapan.

Perjalanan hidup Eza Gionino menjadi contoh keteguhan dan semangat, meskipun di tengah duka yang mendalam. Kehilangan ibunya menjadi pelajaran berharga bagi Eza dan banyak orang untuk menghargai setiap momen bersama orang tercinta.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan