Fakta Album Is This What We Want, Protes Sunyi 1.000 Lebih Musisi Inggris soal Bayang-Bayang Ancaman AI

Album Is This What We Want menghadirkan 12 lagu berisi keheningan dalam studio dan gedung pertunjukan.

Diterbitkan 27 Februari 2025, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Rollingstones mewartakan bahwa album ini berisi rekaman studio kosong maupun gedung pertunjukan yang kosong. Ini menjadi simbol bagi mereka mengenai situasi yang mungkin muncul pada masa mendatang. "Apakah dalam musik pada masa mendatang, suara kami tak akan terdengar?" kata Kate Bush dalam pernyataannya.

Diorganisir Komposer dan Pengembang AI

Dilansir dari Korea JoongAng Daily,  The Associated Press mewartakan bahwa album ini diorganisir oleh komposer sekaligus pengembang AI, Ed Newton-Rex

Ia menjelaskan bahwa seribu lebih artis yang bergabung dalam proyek ini ada yang sudah sangat kondang, maupun yang belum begitu dikenal. "Menurutku ini sangat penting karena masalah ini akan berdampak pada kita semua,” kata dia. 

Ia menambahkan, "Rencana pemerintah akan menyerahkan karya dalam hidup musisi di negara ini kepada perusahaan AI secara gratis, sehingga membuat perusahaan tersebut bisa mengeksploitasi karya musisi dan pada akhirnya membuat (musisi) sulit berkompetisi."

Ditolak Musisi Legendaris

Sebelumnya, sejumlah musisi legendaris sudah menyuarakan protes atas rencana perubahan undang-undang ini. Salah satunya pentolan The Beatles, Paul McCartney. 

"AI adalah hal yang sangat hebat, tapi itu seharusnya tak merampok para orang kreatif. Pastikan Anda melindungi para pemikir kreatif, seniman kreatif, bila tak mau kehilangan mereka. Sesederhana itu," kata dia pada Januari lalu dalam wawancara BBC, dilansir dari USA Today. 

Hal serupa juga diungkap Elton John.  “Roda sedang bergerak untuk memungkinkan perusahaan AI mengabaikan undang-undang hak cipta tradisional yang melindungi mata pencaharian seniman,” kata pelantun "Tiny Dancer" ini dalam wawancara dengan Sunday Times, dilansir dari NME.

Elton John melanjutkan, "Hal ini memungkinkan perusahaan teknologi besar global mendapat akses gratis dan gampang kepada karya seniman untuk melatih kecerdasan buatan mereka dan menciptakan musik. Hal ini akan semakin melemahkan dan mengancam pendapatan para seniman muda."

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan