Review Film Siksa Kubur: Kini 2 Juta Penonton, Paduan Skrip Solid Joko Anwar dan Akting Nomor Wahid

Siksa Kubur karya sineas Joko Anwar resmi tembus 2 juta penonton, Rabu (17/4/2024). Film ini mendapat respons beragam dari netizen dan pemerhati film.

Diterbitkan 17 April 2024, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Akting Level Akbar

Rentetan perdebatan ini menjelma pertunjukan akting nomor wahid tanpa terjebak konsep tausiyah ceriwis sambil mengutip ayat-ayat suci. Tanpa melupakan esensi film adalah cerita dalam format audio visual, alur tetap digulir. Penonton menikmati.

Salah satu pertunjukan akting di level akbar, yakni dialog Sita dan Wahyu di kamar panti jompo. Tak sengaja, Adil mendengar percakapan ini. Air muka Faradina dan tatapan tajamnya ke lawan main adalah segalanya. Dijemput luapan emosi Reza Rahadian yang terpendam sekian lama.

 

Slamet Akting Dalam Suara

Slamet Rahardjo menampilkan konsistensi akting sejak kali pertama muncul di layar. Bahkan, saat silam dari layar dan hanya terdengar suaranya, suara itu mempresentasikan akting yang membuat mood film makin gloomy.

Siksa Kubur mengikat penonton lewat penokohan kokoh dibungkus performa pemain yang tajam. Widuri Puteri dan Muzakki Ramdhan di menit awal membangun “jembatan” yang memungkinkan penonton menapaki gilanya hidup mereka.

Faradina Mufti dan Reza Rahadian menerima tongkat estafet para junior, dengan range emosi yang sama lalu dikembangkan seiring eskalasi cerita. Di sinilah kejelian Joko Anwar sebagai dalang dalam mengarahkan para wayang. 

 

Soal Slow Burn

Banyak yang bilang, film ini slow-burn. Bagi saya tidak. Belakangan, saya meyakini film, apapun genrenya, harus believable. Dan horor, selama ini dianggap berada di awang-awang. Berjarak dengan logika.

Lewat Siksa Kubur, Joko Anwar mendekatkan awang-awang ini dengan logika lewat perdebatan, sebab akibat, dan tokoh-tokoh yang dibekali latar belakang pola pikir, dan (tak kalah penting) motivasi. 

Babak Ketiga Ugal-ugalan

Kunci menikmati Siksa Kubur adalah konsentrasi. Meleng sedikit, Anda akan bingung khususnya di babak ketiga. Ini adalah babak di mana Joko Anwar “ugal-ugalan” melancarkan teror lalu membalik keadaan lewat detail visual yang melekat pada diri tokoh. Percayalah.

Lewat Pengabdi Setan, Joko Anwar mengembalikan marwah horor lokal. Siksa Kubur, membawa genre memedi ke level berikutnya. Saya belum pernah terpaku pada performa Faradina Mufti hingga menonton Siksa Kubur yang jahanam ini. Serius, performanya di sini adalah segalanya!

 

 

Pemain: Faradina Mufti, Reza Rahadian, Widuri Puteri, Muzakki Ramdhan, Happy Salma, Fachri Albar, Slamet Rahardjo, Arfian Arisandy

Produser: Tia Hasibuan

Sutradara: Joko Anwar

Penulis: Joko Anwar

Produksi: Come and See Pictures, Rapi Films, Legacy Pictures, Komet, IFI Sinema

Durasi: 117 menit

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan