Novia (Rancaekek) Harus Wassalam dari Panggung Aksi Indonesia 2023, Padahal Meraih Nilai Tinggi dari Juri

Sapaan “Sobat-Sobat Gurun” Khas Rifai (Makassar) Mendapat Kritikan dari Dewan Juri

Diterbitkan 24 Maret 2023, 20:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menemani waktu sahur pemirsa bersama keluarga, Indosiar menyajikan program kompetisi dakwah favorit pemirsa Akademi Sahur Indonesia (AKSI) yang dapat disaksikan mulai pukul 02.00 WIB dini hari. Masih di babak Top 24, pagi tadi AKSI 2023 menampilkan Grup 2 yakni, Kloter Ar-Rahim yang terdiri dari Bahri (Lumajang), Jamil (Sukabumi), Novia (Rancaekek), dan Rifai (Makassar). Penampilan mereka akan dinilai langsung oleh kelima juri di antaranya, Mamah Dedeh, Ustaz Subkhi Al Bughury, Ustaz Solmed, Ustaz Wijayanto, dan Habib Usman Bin Yahya.

Penampil pertama, Novia (Rancaekek) membawakan tausiah dengan tema “Ketika Pelaminan Begitu Menawan” dan berhasil mendapat total perolehan 453 poin dari kelima dewan juri. Novia (Rancaekek) menyampaikan tema tausiah tersebut dikaitkan dengan gagasan “childfree” yang saat ini sedang marak dijadikan perbincangan masyarakat. Ustaz Subhki Al Bughury memberikan komentar tentang penyampaian tausiah Novia yang sangat relatable, up-to-date, serta lengkap dengan ayat-ayat Al Qur’an yang berkaitan.

Selanjutnya, Jamil (Sukabumi) tampil membawakan tausiah dengan tema “Sempurnakan Cinta Kepada Rasulullah SAW” dengan banyak menyelipkan celotehan khas yang berhasil mengundang tawa para penonton. Sayangnya Habib Usman Bin Yahya menilai bahwa Jamil terlalu banyak memberikan kalimat-kalimat candaan yang membuat inti atau pesan yang ingin disampaikan berkurang nilainya. 

"Di sini temanya tentang menyempurnakan cinta kepada Rasulullah SAW, itu sebenarnya banyak sekali yang bisa disampaikan. Poin paling penting yang seharusnya disampaikan adalah cintailah Rasulullah baru mendapatkan cintanya Allah," ujar Habib Usman Bin Yahya. 

 

Kontestan Ketiga

Jamil (Sukabumi) mendapat total nilai sebesar 450 poin dari kelima dewan juri. Bahri (Lumajang) yang ternyata merupakan guru atau mentor dari Shonif (Finalis AKSI 2022), kini tampil

sebagai kontestan ketiga dengan membawakan tema tausiah berjudul “Pemuda Kuat, Indonesia Hebat”.

Bahri menyampaikan sedikit kritik tentang anak muda saat ini yang suka rebahan dan buat konten, kemudian dikaitkan dengan surah An-Nisa ayat 9 dan sabda dari Rasulullah SAW.

"Penyampaian Bahri cukup lengkap, ada data yang disajikan meskipun tidak lengkap, kemudian ada kritik yang disampaikan, serta penyampaian teori 4K tadi cukup baik," ujar Ustaz Subki Al Bughury.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Sementara, Habib Usman Bin Yahya yang memberikan nilai terendah menyayangkan penampilan Bahri yang masih memiliki waktu cukup banyak, namun tidak ada hadis yang dikeluarkan. Tampil dengan sapaan khas “Sobat-Sobat Gurun”, Rifai (Makassar) menutup penampilan dari Grup 2 Ar- Rahim dengan membawakan tausiah bertemakan “Antara Niat dan Amal”. Rifai menyampaikan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan harus dilandaskan dengan niat karena Allah SWT. Ustaz Wijayanto, Mamah Dedeh, dan Habib Usman Bin Yahya sepakat mengkritisi sapaan “Sobat-Sobat Gurun” yang kerap kali dihaturkan Rifai selama menyampaikan tausiah. "Saya kira sapaan ini kurang pas mengingat kita bukan sedang ada di padang pasir atau di Mesir. Besok-besok mungkin bisa diganti sapaannya,” ujar Mamah Dedeh.

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan