6 Potret Pangeran Harry Saat Jadi Tentara di Afghanistan, Pernyataan Bunuh 25 Orang Tuai Kontroversi

Komentar Pangeran Harry tentang pengalamannya di Afghanistan rupanya menuai kontroversi. Baik dari Afghanistan maupun negeri sendiri.

Diterbitkan 09 Januari 2023, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Anas Haqqani, seorang pemimpin senior Taliban mengunggah cuitan yang menanggapi pernyataan “bidak catur” Pangeran Harry.

"Tuan Harry! Yang Anda bunuh bukanlah bidak catur, mereka adalah manusia; mereka memiliki keluarga yang menunggu kepulangan mereka...” kata Anas Haqqani via Twitter, diwartakan BBC.

5. Lawan Militer

Dari dalam negeri, sejumlah veteran perang juga mengeluarkan reaksi negatif. Colonel Collins yang kini telah pensiun, mengkritisi Pangeran Harry yang menyebut berapa nyawa yang telah dihabisinya.

“Bukan begitu caranya bersikap di Ketentaraan; bukan begitu cara berpikir kami,” tutur Colonel Collins dalam wawancara dengan Forces News.

Ia menambahkan, “Setelah menghancurkan keluarga kandungnya, Harry sekarang berbalik melawan keluarganya yang lain, militer, yang dulu pernah merangkulnya.”

6. Bisa Dimanfaatkan

Di sisi lain, Colonel Richard Kemp yang kini sudah tak bertugas, menyayangkan pengungkapan angka ini. Meski para tentara kerap membicarakan hal ini secara privat, ia menyebut pernyataan Pangeran Harry bisa memprovokasi pihak musuh.

“Mereka (Taliban) selalu mencari untuk meradikalisasi dan merekrut orang, dan kita sudah melihat Taliban memanfaatkannya," tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan