Sukses

3 Pantangan Pernikahan Kaesang Pangarep di Pura Mangkunegaran, Termasuk Tak Boleh Membelakangi Singgasana Raja

Liputan6.com, Jakarta Detail pernikahan Kaesang Pangarep yang akan digelar pada 10 dan 11 Desember 2022 telah dikuak kepada jurnalis. Salah satunya, jamuan untuk para tamu di Pura Mangkunegaran Solo.

Pihak Asmoro Decoration membeberkan setidaknya ada tiga pantangan saat menggelar jamuan ngunduh mantu keluarga Presiden Jokowi dari aspek layout hingga tata letak gamelan istana.

“Bahwa di situ adalah tempat untuk menerima tamu. Secara layout tidak boleh membelakangi peringgitan, ada long table untuk VVIP itu juga lenggah (posisi duduk) tidak boleh membelakangi peringgitan,” Art Director Asmoro Decoration, Pandji Vasco da Gama, mengulas jamuan di Pura Mangkunegaran Solo.

Sebagai informasi, peringgitan adalah kawasan singgasana raja. Para tamu Kaesang Pangarep dan Erina Gudono tak diizinkan mengakses kawasan sakral tersebut selama jamuan makan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Perihal Pringgitan

“(Kedua) peringgitan juga tidak dibuka untuk umum. Masyarakat undangan tidak bisa ke sana. Termasuk lay out flow-nya sudah dipikirkan bukan dari kami, supaya tidak ke area peringgitan,” ia memaparkan.

Melansir dari video jumpa pers di kanal YouTube Berita Surakarta pekan ini, pantangan ketiga membahas soal sejumlah gamelan pusaka yang berada di pendapa ageng, pantang diturunkan.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Gamelan Pusaka

“Untuk gamelan, ada beberapa gamelan yang tidak boleh turun dari pendapa. Bisa dipindah tapi tidak boleh turun (dari area sakralnya),” Pandji Vasco da Gama menerangkan kemudian mengingatkan ini bukan sembarang gamelan.

Merdeka.com mengabarkan pada Kamis (2/12/2022), di sudut Pendapa Ageng Pura Mangkunegaran Solo terdapat gamelan pusaka, yakni Kyai Kenyut Mesem, Kyai Seton, dan Kyai Lipur Sari sebagai gamelan terbaru.

 

4 dari 4 halaman

Tamu Diwanti-wanti

Gamelan ini ditabuh setiap Rabu untuk mengiringi latihan tari dan seni pertunjukan bagi wisatawan. Sementara itu, Kyai Seton usianya lebih dari seabad. Ia ditabuh setiap Sabtu untuk mengiringi upacara-upacara adat istana.

“(Jadi nantinya) tamu yang lenggah diwanti-wanti tidak boleh membelakangi peringgitan (singgasana raja). Audiens duduknya Timur ke Barat, pelaminan juga begitu,” bebernya kepada para jurnalis.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS