Bullet Train Jadi Film Pertama David Leitch yang Dikritik Tajam, Dinilai Tak Lebih Baik dari Deadpool 2 dan Fast and Furious Hobbs and Shaw

Sineas David Leitch yang pernah menyutradarai Deadpool 2, Fast and Furious; Hobbs and Shaw, dan juga Nobody, dikritik tajam lantaran adegan-adegan film Bullet Train dianggap tak mewakili judulnya.

Diterbitkan 11 Agustus 2022, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun begitu, sambutan 2500-an penonton masih positif dengan mencapai angka 77 persen. Meskipun begitu, bisa dibillang angka tersebut masih belum mewakili kepuasan penonton lantaran masih di bawah 80 persen.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Kritik yang Dilontarkan

Dalam ulasan singkatnya, pengamat Nick Schager dari The Daily Beast menyebut bahwa Bullet Train seperti film dengan 'adegan baku tembak yang kosong'.

Sementara Anthony Morris dari ScreenHub menyebutnya sebagai film yang berusaha keras untuk mengikuti gaya penyutradaraan Guy Ritchie dan Quentin Tarantino namun dibuat terlalu ringan.

"Dengan pemeran warna-warni namun dua dimensi dan kilas balik konstan di samping kejutan yang terungkap, film yang mengejutkan ini muncul sebagai penghormatan kepada peniru Guy Ritchie dan Tarantino, hanya dengan pendekatan pembunuhan yang lebih flamboyan," tulisnya di ulasan singkat.

Vincent Mancini dari Uproxx juga mengkritik dialognya yang hanya bagaikan angin lalu dengan menyampaikan, "Sangat baik dalam meniru bentuk dan irama dialog yang tajam tanpa mengatakan apa pun yang perlu diingat."

 

Masih Ada Pujian

Biarpun tak mendapatkan nilai positif secara mayoritas, Bullet Train tetap menerima pujian dari sejumlah pengamat profesional lainnya. Meskipun, di balik pujiannya juga tersimpan kritik membangun.

"Ada waktu dan tempat untuk kekacauan, dan itulah intinya Bullet Train: dua jam perkelahian, pembantaian, dan balasan yang cerdas," begitu kata James Berardinelli dari ReelViews.

"Adaptasi film ini, oleh penulis skenario Zak Olkewicz, adalah berkah dan kutukan. Film ini menciptakan, membangun, dan menyalakan sumbu pada bom molotov. Tapi skrip karakter yang meluap-luap, penurunan momentum dan akhir yang berlarut-larut tidak membantu," begitu kata pengamat Dwight Brown sambil memberikan nilai positif.

"Ini adalah murni tentang pelarian yang terbaik, tanpa pesan atau pelajaran sebagai intinya," tulis Alissa Wilkinson dari Vox.

Nilai Film Leitch Sebelumnya

Sebelumnya, film-film David Leitch yang disutradarainya sendirian selalu mendapatkan skor positif dari pengamat.

Di Metacritic tiga film sebelumnya hampir semua berwarna hijau. Bahkan Fast and Furious: Hobbs & Shaw yang mendapat warna kuning masih terbilang bagus dengan nilai 60.

Sementara di Rotten Tomatoes, film-film Leitch sebelumnya mendapat tomat segar (merah) sejak Atomic Blonde hingga Nobody. Bahkan Deadpool 2 dan Nobody sama-sama mendapatkan angka 84 persen dari pengamat serta skor 80-an dan 90-an dari para penonton.

Bullet Train mengisahkan aksi seorang pembunuh yang kembali bertugas setelah memulihkan diri karena mengalami kelelahan.

Selain Brad Pitt dan Sandra Bullock, film ini juga melibatkan Joey King, Aaron Taylor Johnson, dan Brian Tyree Henry.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan