Bullet Train Jadi Film Pertama David Leitch yang Dikritik Tajam, Dinilai Tak Lebih Baik dari Deadpool 2 dan Fast and Furious Hobbs and Shaw

Sineas David Leitch yang pernah menyutradarai Deadpool 2, Fast and Furious; Hobbs and Shaw, dan juga Nobody, dikritik tajam lantaran adegan-adegan film Bullet Train dianggap tak mewakili judulnya.

Diterbitkan 11 Agustus 2022, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pecinta Hollywood kini sudah bisa menonton Bullet Train, film terbaru sutradara David Leitch yang dibintangi oleh aktor Hollywood kondang Brad Pitt. Digadang-gadang sebagai salah satu sutradara terbaik di genre film laga, rupanya David Leitch kali ini dikritik tajam oleh para pengamat profesional.

David Leitch yang sebelumnya menyutradarai film-film aksi terkenal mulai dari Atomic Blonde, Deadpool 2, Fast and Furious Presents: Hobbs and Shaw, hingga Nobody, dinilai kurang pas menggarap film yang juga dibintangi Sandra Bullock ini. Faktor komedi dan minimnya baku tembak, menjadi sorotan para kritikus.

Sineas yang pernah menyutradarai John Wick bersama Chad Stahelski ini juga dikritik tajam lantaran memilih Bullet Train sebagai judul film barunya ini. Meskipun di judul ada kata 'bullet' yang artinya 'peluru', adegan baku tembak yang melibatkan Brad Pitt di dalam kereta sepanjang film ini sangatlah minim, tak mewakili judulnya.

Meskipun begitu, maksud dari bullet train dalam film ini adalah adegannya yang banyak berada di dalam kereta peluru Jepang atau yang juga dikenal dengan shinkansen (bullet train). Namun tampaknya para kritikus menilai judul tersebut kurang tepat untuk menggambarkan tema filmnya.

Sejumlah pengamat juga mengkritik banyaknya adegan dialog yang dikemas kurang apik oleh David Leitch. Bahkan, menurut para kritikus, hampir semua adegan komedi yang ditampilkan terkesan garing dan membuat mereka mengernyitkan dahi.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Nilai yang Kurang Bagus

Mengintip situs Metacritic, dari 59 ulasan para pengamat profesional (per 10 Agustus 2022), hanya 20 orang yang memberi nilai positif. Sebanyak 30 orang memberi nilai di atas 60, sementara sisanya antara 20 hingga 60. Alhasil, skor yang didapat dari penilaian tersebut adalah 49.

Sementara itu, skor di Rotten Tomatoes yang kerap menjadi acuan bagi para penonton, dari 254 ulasan per 10 Agustus 2022, hanya 136 pengamat yang memberi nilai segar. Menghasilkan skor 54 persen.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Namun begitu, sambutan 2500-an penonton masih positif dengan mencapai angka 77 persen. Meskipun begitu, bisa dibillang angka tersebut masih belum mewakili kepuasan penonton lantaran masih di bawah 80 persen. * BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan