Sukses

Rima Melati Nama Panggung Yang Diberikan Presiden Soekarno

Liputan6.com, Jakarta Aktris senior Rima Melati meninggal dunia diusia 83 tahun, Kamis (23/6/2022) Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Rima Melati sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta Pusat akibat penyakit Dekubitus.

Kabar meninggalnya Rima Melati diumumkan oleh menantunya Marisa Tumbunan melalui pesan singkat dan juga akun Instagram miliknya. Bahwasanya istri Frans Tumbuan ini meninggal dunia sekitar pukul 15.14 WIB.

"Telah berpulang dengan tenang ke pangkuan Tuhan Yang Maha Esa, Ibu RIMA MELATI, ibunda/mertua terkasih dari Aditya Bimasakti dan Marisa Tumbuan, pada hari ini Kamis 23 Juni 2022 pada pukul 15.14 di RSPAD Jakarta Pusat." tulis isi pesannya.

Ternyata nama Rima Melati adalah nama panggung dari pemilik nama lahir Marjolien Tambajong yang akrab disapa Lientje. Nama tersebut diberikan oleh presiden pertama Soekarno sekitar tahun 1960-an, yang kala itu smengganti nama orang yang dikenalnya yang dirasa kebarat-baratan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.</p

2 dari 4 halaman

Nama Anak

Awalnya nama Rima akan diberikan Marjolien Tambajong untuk anak kedua yang tengah dikandungnya bila berjenis kelamin perempuan. Kala itu dia diilhami tokoh Rima the Bad Girl dalam film Green Mansions (1959) yang diperani Audrey Hepburn.

Sayang, janin itu meninggal sebelum dilahirkan. Marjolien Tambajong yang terpukul, menceritakan peristiwa itu kepada Bung Karno, sekaligus mengutarakan keinginannya untuk mengambil alih nama Rima, dikombinasi dengan "Melati", seperti dikutip dari berbagai sumber.

3 dari 4 halaman

Karier

Ternyata nama tersebut membawa keberuntungan buat Rima Melati. Wanita kelahiran Tondano 22 AGustus 1939 pernah menjadi personel grup penyanyi wanita terkemuka pada 1960-an, Baby Dolls, yang terdiri atas Rima, Baby Huwae, Gaby Mambo, dan Indriati Iskak.

Rima memulai akting sebagai pemeran utama dalam film Kasih Tak Sampai pada tahun 1961. Selama dua tahun berikutnya dia berakting dalam sepuluh film, termasuk Djantung Hati (1961), Violetta (1962), dan Kartika Aju (1963). Dia juga tampil beberapa kali di stasiun televisi TVRI.

4 dari 4 halaman

Penghargaan

Rima menerima penghargaan Piala Citra pada Festival Film Indonesia 1973 dalam kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Intan Berduri bersama Benyamin Sueb yang memperoleh penghargaan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam film yang sama.