Sukses

Musik dan Politik! 4 Lagu Karya John Lennon Ini Punya Corak Politik yang Kental

Liputan6.com, Jakarta Seni dan politik adalah bagian yang tak terpisahkan. Dengan seni, setiap orang bisa menyuarakan aspirasi politiknya untuk kemaslahatan bersama. Salah satu seni yang paling dekat dengan politik adalah musik. Ya, musik merupakan bahasa universal. Musik bisa menghubungkan satu kepentingan dengan kepentingan yang lainnya secara harmonis.

Nah, dalam dunia musik, sapa sih yang nggak kenal sama John Lennon? Yup, musisi yang merupakan vokalis dari The Beatles ini kerap kali menciptakan lagu yang sarat akan nuansa politik yang kental. Bahkan, ia kerap kali dipandang sebagai aktivis politik yang revolusioner. 

Ia dikenang sebagai tokoh penting dalam gerakan anti perang Vietnam di tahun 1960-an dan keberpihakannya pada perjuangan kelas pekerja. Secara politik, bisa dibilang Lennon adalah seorang sosialis. Anyway, emang lagu apa saja sih yang diciptakannya yang sarat akan nuansa politis? Berikut daftarnya!

2 dari 6 halaman

1. Woman is The Nigger of The World

Lagu “Women is The Nigger of The World” ini merupakan lagu John Lennon yang paling kontroversial, tetapi sebetulnya punya pesan ideologis yang kuat. Judul yang memiliki arti “Perempuan adalah Negro-nya Dunia” ini sebetulnya isi wawancara Yoko Ono dengan majalah Nova pada 1969. Namun, karena ada kata “negro”, lagu ini dituding berbau rasisme.

Jauh dari tudingan itu, Lennon ingin menunjukkan bahwa perempuan merupakan subjek paling tertindas, baik dalam sisi kapitalisme maupun patriarki di situasi sekarang. Ia mengaku, lagu ini terinspirasi dari James Connolly, seorang sosialis Irlandia. Connoly pernah berkata, "Perempuan adalah budaknya budak".

3 dari 6 halaman

2. Power to The People

Lagu ini menandai pergeseran politik John Lennon yang makin ke kiri. Saat itu, tahun 1971, sepulang dari jalan-jalan ke Jepang, ia menerima permintaan wawancara dengan dua aktivis kiri Inggris, Tariq Ali dan Robin Blackburn. Keduanya mengelola sebuah majalah kiri berhaluan Trotrskys, Red Mole.

Setelah wawancara dengan kedua aktivis kiri Inggris tersebut, John Lennon menuliskan lagu "Power to The People". Lagu tersebut adalah reaksi atas Peristiwa Bloody Sunday di Irlandia yang membuat Lennon benar-benar marah. Itu juga yang membuat dirinya dan Yoko Ono rela berbaris bersama aktivis kiri dalam demonstrasi menentang imperialisme Inggris di Irlandia.

4 dari 6 halaman

3. Working Class Hero

Seperti lagu "Power to The People", lagu ini menandai pergeseran politik Lennon yang makin ke kiri. Makin memihak perjuangan kelas pekerja.

"Working Class Hero" lahir di tengah ledakan gerakan politik kiri di tahun 1960-an dan 1970-an, dari gerakan hak-hak sipil, anti-perang Vietnam, hingga kebangkitan kiri-baru (new-left). Tidak mengherankan, lagu ini sangat bernuasa heroik-revolusioner.

5 dari 6 halaman

4. Revolution

“Revolution” merupakan sindiran Lennon kepada aktivis kiri yang kerap membawa poster-poster Ketua Mao (Mao Zedong) di setiap aksi-aksi protes. Lagu ini ditulis oleh Lennon ketika sedang menjalani meditasi di India.

Ketika sedang meditasi, Eropa dan Amerika sedang terjadi gerakan anti-perang dan kebangkitan gerakan kiri yang membuat beberapa negara hampir mengarah ke ambang revolusi. Ketika itu terjadi, Lennon lebih memilih jalan politik dengan aksi damai ketimbang kekerasan dalam mencapai revolusi.

6 dari 6 halaman

5. Imagine

Lagu ini dirilis John Lennon pada tahun 1971. "Imagine" merupakan salah satu lagu populer sepanjang abad ke-20. Bisa dibilang, lagu ini menjadi anthem para pejuang kemanusiaan dan keadilan di seluruh dunia.

Pesan yang sangat universal tersirat dalam lagu ini. Mimpi akan dunia yang damai untuk semua orang, tanpa memandang apapun dan sebuah dunia yang terbebas dari kebencian, perang, dan keserakahan menjadi tema sentral.

Nah, itu dia 5 lagu John Lennon yang memiliki corak politik kental. Kamu sendiri, lebih senang dengar lagu John Lennon yang mana?

 

(*)