Tuti Maryati Ingin Bawa Musik Keroncong jadi Warisan Dunia, Berharap Generasi Muda Menyukai

Tuti Maryati dikenal sebagai diva keroncong yang kerap tampil di Istana Negara.

Diperbarui 07 Juni 2022, 23:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

The Kado juga dapat digunakan untuk pentas seni di dalam negeri, baik tingkat provinsi maupun nasional.

"KISS adalah program Keroncong Goes to School, dimana kami akan mensosialisasikan keroncong ke sekolah-sekolah dan kampus. Melalui program ini, kami ingin mengedukasi generasi muda tentang semua jenis musik keroncong,” paparnya.

Yayasan Musikesatu juga bakal membuat program Keroncong Academy. Program ini dihadirkan dalam bentuk pelatihan offline maupun webinar (online) secara gratis melalui platform Zoom atau GoogleMeet.

Harapannya, melalui program Keroncong Academy, dapat tercipta transfer knowledge dan pengalaman atau berbagi kisah inspiratif dari generasi senior ke junior. 

Kelima adalah program Musikesatu Peduli. Program ini merupakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk aksi saling peduli terhadap sesama.

 

Diakui Dunia

Tuti Tri Sedya juga sangat berharap keroncong bisa dimasukan sebagai warisan bukan benda dari Indonesia. 

Butuh proses untuk mendapat pengakuan tersebut. Namun harus diperjuangkan terus.

"Mendapatkan pengakuan itu prosesnya panjang. Dibutuhkan juga peran pemerintah dan uang, tapi kita terus gerak goes to UNESCO," papar Tri Sedya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan