Sukses

Taylor Swift Wisuda, Raih Gelar Doktor Kehormatan dari New York University

Liputan6.com, Los Angeles - Taylor Swift terlihat ikut menghadiri acara wisuda New York University di Yankee Stadium, New York, pada Rabu (18/5/2022) kemarin. Kehadirannya bukan untuk manggung, tapi justru menjadi salah satu peserta wisuda.

Dilansir dari E! News, peraih 11 piala Grammy tersebut mendapat gelar doktor kehormatan dari universitas tersebut. Tentu saja ini disambut meriah oleh para wisudawan dan wisudawati lain, yang beramai-ramai mengunggah momen wisuda bareng pelantun "Shake It Off" dan mengunggahnya di medsos.

Dalam foto-foto yang beredar, Taylor Swift tampak mengenakan toga warna ungu. Kekasih Joe Alwyn tersebut tampil dengan warna lipstik yang menjadi ciri khasnya, merah terang, dan membiarkan rambut pirangnya tergerai di salah satu pundaknya.

"Taylor benar-benar membaur seperti salah satu mahasiswa," tutur seorang sumber. Ia menambahkan, "Semua orang menerimanya dan Taylor juga bersenang-senang."

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Keramahan Taylor

Meski memiliki titel seleb, perilaku Taylor Swift ternyata tidak "sok ngartis". Saksi mata bahkan melihat Taylor berbicara dengan beberapa mahasiswa, dan bertanya seperti apa pengalaman mereka selama ini. 

"Ia manis dan tulus sekali... Dia cuma ingin mendengarkan beragam perspektif berbeda," kata dia. 

"Ia imut dan menyenangkan, dan dia kelihatan gembira banget. Taylor mengatakan kepada orang-orang bahwa ia sangat kaget dan bahagia dengan kehormatan ini," sang sumber memungkasi.

3 dari 4 halaman

Bicara di Podium

Tak cuma ikut pakai toga dan menjalani prosesi wisuda, Taylor Swift juga mendapat kesempatan untuk berbicara di atas podium. Ia membicarakan soal jatuh bangun yang ia alami di dunia hiburan.

"Dunia pernah bertindak bak penonton acara olahraga dalam kehidupan asmaraku, di mana aku kalah dalam setiap pertandingan. Ini bukan cara yang baik untuk berkencan dalam usia remaja dan umur 20-anku," kata wanita 32 tahun ini.

Ia melanjutkan, "Namun ini mengajarkanku untuk melindungi kehidupan pribadiku secara mati-matian."

 

4 dari 4 halaman

Dipermalukan di Depan Publik

Taylor Swift mengatakan bahwa berulang kali dipermalukan di depan publik pada usia yang amat muda sangat menyakitkan baginya, tapi ini memberinya pelajaran untuk jangan terlalu memusingkan soal popularitas. 

Ia juga bicara soal cekcoknya dengan Kanye West - Kim Kardashian, dengan nada canda. "Ditolak di internet dan hampir kehilangan karierku, memberikan aku pengetahuan yang luas soal jenis-jenis wine."