Sambut Hari Film Nasional 2022, Yayasan PPHUI Gelar Serangkaian Kegiatan Bersama

Hari Film Nasional mengambil tema ‘Melalui Peringatan Hari Film Nasional Kita Ingin Menjadikan Film Indonesia Sebagai Pagar Budaya Bangsa’

Diterbitkan 29 Maret 2022, 16:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Monumen ini untuuk mengingatkan bahwa Hari Film Nasional, diambil dari sejarah perfilman, yakni hari pertama syuting film Darah dan Doa di Jalan Braga pada 1950. Kebetulan perjuangan untuk menjadi hari film diperingati pada 30 Maret 1950 juga berangkat dari Gedung Perfilman ini," ujar Sonny.

"Apalagi sekarang adanya perubahan digitalisasi, supaya tidak menghilangkan makna atau memutus sejarah perfilman itu sendiri,” ujar Sonny menambahkan.

Kegiatan

Selama tiga hari HFN 2022 akan diisi dengan serangkaian kegiatan, di antaranya diskusi film, apresiasi film, pemutaran film dan masih banyak lagi. Salah satu film yang akan diputar adalah Enam Jam di Djogja, garapan sutradara Usmar Ismail pada 1951.

"Ketika itu belum ada intervensi politik dari pihak manapun,” ujar Sonny yang menginginkan Gedung PPHUI sebagai tempat arsip sejarah perfilman.

Menurut Sonny, Gedung PPHUI merupakan satu-satunya situs sejarah perfilman yang masih berdiri tegak dikelola oleh swasta mandiri, yakni Yayasan Pusat Perfilman bersama masyarakat perfilman.

"Saya sebagai pimpinan Yayasan Pusat Perfilman ingin menjadikan Gedung Perfilman ini sebagai Pagar budaya perfilman. Saya ingin menjaga perfilman Indonesia di tengah infiltrasi budaya dari luar," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Hernowo Anggie, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan