Artis Kawakan: Rina Hasyim, Langganan Peran Ibu dan Nenek yang Masih Aktif di Usia 74

Rina Hasyim tak pilih-pilih genre dalam berakting, tak heran kiprahnya di dunia akting masih bertahan hingga hari ini.

Diterbitkan 07 Februari 2022, 21:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Setelah anak mereka, Jean Pattikawa lahir pada 1970, Rina Hasyim semakin sering tampil di berbagai film layar lebar. Namun begitu, ia tampaknya lebih nyaman dengan peran-peran minor.

Ada beberapa judul film era 1970-an yang menautkannya sebagai aktris utama, yakni Kasih Sayang, Semalam di Malaysia, dan Pembalasan Si Pitung.

 

Peran Ibu

Memasuki era 1980-an, Rina yang sudah tergolong tak muda lagi, mulai sering kebagian peran sebagai wanita berumur. Misalnya dalam film Tante Garang, ia memerankan seorang bibi. Dalam film Secangkir Kopi Pahit, Rina memerankan janda beranak tiga.

Akibat Kanker Payudara merupakan salah satu film yang patut dicatat lantaran masuk nominasi Festival Film Indonesia 1988 di berbagai kategori. Sayangnya, Rina Hasyim yang masuk nominasi Pemeran Pembantu Wanita Terbaik dengan perannya sebagai seorang ibu, gagal meraih piala.

Di era 1980-an, film-film lain yang membawa Rina pada peran utama adalah Bayi Ajaib dan Aku Benci Kamu.

Selama era 1990-an, Ria sempat menjadi sorotan saat tampil di film Zig Zag. Ia memenangkan kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia 1991.

 

Peran Nenek

Peran seorang nenek didapatnya ketika Rina Hasyim berkecimpung di dunia sinetron era 2000-an. Memasuki usia paruh baya menuju senja, Rina memiliki gaya khas sendiri dalam berakting. Ia pun menjadi ikonis dalam perannya sebagai seorang ibu paruh baya atau nenek-nenek.

Contoh saja di sinetron Cucu Menantu yang mengudara di SCTV pada 2008 hingga 2009. Ada juga sinetron Terlanjur Cinta yang mengudara pada 2009 hingga 2010.

Bahkan, Rina Hasyim masih tampil bersama aktor-aktris muda masa kini dalam sinetron Buku Harian Seorang Istri yang hingga kini masih mengudara di SCTV sejak Januari 2021.

Tak hanya sinetron, sepanjang 2000-an dan 2010-an, Rina juga beberapa kali tampil di sejumlah film layar lebar sebagai seorang ibu atau nenek.

 

Prestasi

Film Semalam di Malaysia yang dirilis pada 1975, berhasil membuat Rina Hasyim meraih piala dalam Festival Film Indonesia 1976 sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik.

Di tahun yang sama, ia juga masih Runner Up 4 Aktris dalam penghargaan Aktor-Aktris Terbaik PWI berkat film Si Mamad.

Akibat Kanker Payudara yang rilis pada 1987 adalah pencapaian terbaik Rina Hasyim. Di Asia Pacific Film Festival 1987, ia menang kategori Aktris Pembantu Terbaik. Namun, nominasinya di FFI 1988 gagal diraihnya.

Rina Hasyim kembali meraih kemenangan dalam Festival Film Indonesia 1991 sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik berkat film Zig Zag.

 

Keluarga

Rina Hassyim diketahui memiliki seorang ibu yang sangat keras dalam mendidik putrinya. Sehingga, ia pun tumbuh menjadi pribadi yang disiplin. Namun begitu, ia pernah dimarahi oleh ibunda saat kedapatan tampil di atas panggung dengan rok mini.

Ayah Rina yang bernama John Hasyim, meninggal dunia di usia ke-85 pada 2007 silam karena kanker prostat dan pembengkakan usus.

Rina memiliki hubungan rumah tangga yang langgeng bersama sineas Christian Pattikawa sejak 1969. Namun, Christian Pattikawa telah meninggal dunia pada 1 Januari 2020 lalu.

Putri Rina dan Chris Pattikawa, Jaclin Jean June Pattikawa alias Jean Pattikawa, berkecimpung sebagai aktris dan penyanyi.

Dari rahim Jean, lahir tiga anak yang salah satunya adalah Cantika Abigail Santoso. Sehingga Rina adalah nenek dari Cantika yang juga personel G.A.C.

 

Golden Girls

Satu hal lagi yang membuat Rina Hasyim sempat menjadi sorotan masyarakat Tanah Air adalah popularitasnya sebagai salah satu sosialita paling menonjol pada eranya.

Bahkan, ia bersama Nani Widjaja, Connie Sutedja serta mendiang Ida Kusuma, sempat memiliki grup bernama Golden Girls. Keempatnya adalah artis-artis yang bersinar di era 1960-an hingga 1980-an.

 

Layak Jadi Legenda

Biarpun jarang mendapatkan peran utama di layar lebar maupun layar kaca, Rina Hasyim tetap mampu membuktikan dirinya sebagai artis kawakan yang layak dikenang di masa depan.

Maka dari itu, patutlah dedikasi Rina Hasyim sejak era 1960-an hingga awal 2020-an ini kita apresiasi dengan menyebutnya sebagai calon legenda perfilman Tanah Air.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan