Artis Kawakan: Slamet Rahardjo, Aktor Lintas Generasi dengan Dedikasi Tinggi di Dunia Film

Figur seorang Slamet Rahardjo menjadi salah satu aktor sekaligus sineas yang disegani masyarakat dan juga rekan-rekan seprofesi.

Diterbitkan 16 Desember 2021, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Menjadi Sutradara di Era 1980-an

Pada tahun 1979, Slamet Rahardjo memulai debutnya sebagai sutradara dalam film Rembulan dan Matahari. Film ini masuk dalam nominasi Film Terbaik di Festival Film Indonesia 1979.

Dekade 1980-an menjadi era bersinarnya karier Slamet Rahardjo. Selain masih menjadi aktor dalam film-film Teguh Karya, ia juga melanjutkan karier sebagai sutradara.

Sebut saja film Seputih Hatinya Semerah Bibirnya, Ponirah Terpidana, Kembang Kertas, Kodrat, dan Kasmaran. Di era ini juga Slamet tampil dalam film-film bergengsi, yakni Di Balik Kelambu, Kodrat, dan Tjoet Nja' Dhien.

Dalam film Kodrat, Slamet yang juga menyutradarainya, masuk dalam nominasi Festival Film Indonesia kategori Pemeran Utama Pria Terbaik serta menang piala untuk kategori Sutradara Terbaik.

 

Sinetron di Era 1990-an

Era 1990-an yang marak dengan penayangan sinetron di televisi, menggelitik Slamet Rahardjo untuk bisa ikut terlibat di dalamnya. Setelah menyutradarai film Langitku Rumahku pada tahun 1990, ayah dua anak ini mulai sering tampil di layar kaca.

Suro Buldog, Demi Cinta dan Anakku, Istri Pilihan, dan Oh Ibu dan Ayah Selamat Pagi adalah judul-judul sinetron yang pernah melibatkan seorang Slamet Rahardjo.

 

Kembali di Era 2000-an

Era 2000-an ketika film bioskop Indonesia mulai kembali bergairah, Slamet Rahardjo kembali tampil di film-film fenomenal seperti Pasir Berbisik, Laskar Pelangi, Ketika Cinta Bertasbih.

Di era ini juga Slamet Rahardjo menjadi sutradara untuk terakhir kalinya dalam film Marsinah yang diangkat dari kisah nyata seorang aktivis buruh wanita yang diculik dan ditemukan tewas pada tahun 1993.

 

Sampai Sekarang

Bahkan pada era 2010-an sampai sekarang, Slamet Rahardjo juga tampil di berbagai film produksi modern yang memiliki konsep beragam bersama aktor dan aktris muda Tanah Air.

Mulai dari film komedi Alangkah Lucunya (Negeri Ini), drama sejarah seperti Sang Pencerah dan Sang Penari, drama kolosal Gending Sriwijaya dan Pendekar Tongkat Emas, sampai film pahlawan super Garuda Superhero.

Slamet Rahadjo juga tampil di sejumlah film adaptasi terkenal seperti Filosofi Kopi dan Critical Eleven yang berasal dari novel, serta Sweet 20 dari adaptasi film Korea Selatan.

Film-film fenomenal lain di era 2010-an juga melibatkan Slamet Rahardjo seperti Susah Sinyal, Petualangan Menangkap Petir, dan Ghost Writer. Pada 2020 lalu, Slamet turut tampil dalam film Buku Harianku dan Wedding Proposal pada 2021.

 

Keluarga

Slamet Rahardjo merupakan anak dari Sjarot Djojoprawiro dan Ennie Tanudiredja. Sang ayang adalah seorang anggota Angkatan Udara.

Ia juga memiliki dua orang adik, yakni sineas dan penata musik Eros Djarot serta seniman bernama Hendro Djarot. Slamet Rahardjo pernah tampil dalam film yang disutradarai Eros Djarot, Tjoet Nja' Dhien.

Pernikahannya dengan Mira Surianegara pada tahun 1984 dikaruniai dua orang anak.

 

Pendidikan dan Karier sebagai Dosen

Bersinar dunia akting, perjalanan Slamet Rahardjo di dunia pendidikan menyimpan kegetiran tersendiri. Setelah lulus dari sekolah negeri di Yogyakarta, Slamet Rahardjo melanjutkan pendidikan di Akademi Film Nasional.

Sayangnya akademi tersebut tutup sebelum Slamet menyelesaikan pendidikan. Slamet pun pindah ke Akademi Teater Nasional Indonesia yang juga bubar selama ia menjadi siswa di sana.

Namun begitu, Slamet Rahardjo menjalani pendididikan secara otodidak sambil serius menekuni akting. Hingga akhirnya, ia menjadi dosen di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) serta dosen tamu di Monash University.

 

Penghargaan

Penghargaan yang pernah diraih Slamet Rahardjo selama berakting cukup banyak. Mulai dari Pemeran Utama Pria Terbaik dalam film Ranjang Pengantin di Piala Citra FFI 1975, lalu kategori yang sama untuk film Di Balik Kelambu dalam Piala Citra FFI 1983, serta Aktor Sinetron Terpuji dalam sinema KepadaMu Aku Pasrah di FFI 2003.

Bahkan Slamet Rahardjo pernah memenangkan kategori Pemeran Pendukung Pria Terfavorit dalam film Sweet 20 di ajng Indonesian Movie Actors Awards 2018.

Tak sampai di situ, Slamet juga ditunjuk untuk menerima Lifetime Achievement pada Festival Film Bandung 2012, dan Piala Citra Livetime Achievement Awards dalam Festival Film Indonesia 2014.

 

Patut Dijuluki Legenda

Melihat kariernya yang sangat cemerlang serta dedikasinya yang sangat tinggi di dunia akting hingga usia lanjut dan tampil lintas generasi, tak berlebihan bila kelak kita menyebut Slamet Rahardjo tak hanya sebagai aktor kawakan, namun juga aktor legendaris Tanah Air.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan