Sukses

Profil Virgil Abloh: Desainer Pendobrak Batas hingga Nomine Grammy

Liputan6.com, Jakarta "Streetwear mungkin adalah sebuah gerakan seni, yang kita belum tahu telah kita miliki," kata Virgil Abloh dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan kanal YouTube Hypebeast tahun 2018 lalu.

Nama pria 41 tahun ini memang lekat dengan streetwear fashion, termasuk lewat Off-White, label fashion kondang yang ia dirikan.

Vogue menilainya sebagai sosok pendobrak, yang mempertemukan "menara gading" high-fashion dengan budaya jalanan yang membumi.

Kini, sang pendobrak telah tiada. Ia meninggal dunia pada Minggu (28/11/2021) lalu. Keluarga mengabarkan bahwa Virgil Abloh mengembuskan napas terakhir karena cardiac angiosarcoma, jenis kanker langka.

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Ibu Penjahit

Virgil Abloh lahir pada 30 September 1980 silam di luar kota Chicago. Ibunya adalah seorang penjahit, dan mengajarkannya keahlian ini. 

Meski di kemudian hari ia dikenal sebagai seorang desainer, ia tak mengenyam pendidikan tinggi formal di bidang fashion. Ia kuliah di Universitas Wisconsin-Madison di jurusan Teknik Sipil. Ia juga mendapat gelar master dalam bidang Arsitektur di Institute of Technology. 

3 dari 5 halaman

Magang Bareng Kanye West

Vogue mencatat, pada 2009 ia magang di Fendi bersama Kanye West. Performanya di perusahaan ini, ternyata menyita perhatian Michael Burke, CEO LVMH, perusahaan pemegang saham Fendi. 

"Aku sangat terkesan dengan [Abloh dan West] yang membawa suasana baru dalam studio, dan 'merusuh' secara hebat. Virgil bisa menciptakan metafora dan kosakata baru untuk mendeskripsikan Fendi yang merupakan nama jadul. Aku selalu mengikuti kariernya sejak saat itu." kata Michael Burke dalam sebuah wawancara dengan The New York Times.

Tahun 2018, ia ditunjuk sebagai artistic director untuk pakaian pria di anak perusahaan LVMH lain, Louis Vuitton. 

4 dari 5 halaman

Nominasi Grammy

Hubungan Virgil Abloh dan Kanye West tak berhenti sampai di sini. Tahun 2010 ia masuk ke Donda, agensi kreatif Kanye West, sebagai creative director. 

 

Ia juga terlibat sebagai pengarah artistik dalam album Kanye West dan Jay Z, Watch the Throne, yang kemudian membuahkan nominasi Grammy di ketagori Best Recording Package. 

5 dari 5 halaman

Membantu Sesama

Di atas segala kesuksesannya, Virgil Abloh tak menutup mata kepada sesama. Pada 2017 ia membantu membuat seragam untuk Melting Passes, tim sepak bola Paris yang berisi para pemain imigran, yang tak bisa ikut bertanding karena status kependudukan mereka. Ia memberi dukungan kepada skateboarder dan peselancar di Ghana, negara kelahiran orangtuanya, juga berdonasi untuk memperbaiki lapangan di kota tempatnya tinggal, Chicago. 

Tahun lalu, ia juga meluncurkan program beasiswa sebagai respons untuk Black Lives Matter, dan sejak saat itu ia melakukan penggalangan dana untuk masyarakat kulit hitam yang membuka bisnis.