Review Film Titane: Perempuan Dalam Belenggu Kesepian dan Guncangan Jiwa Mencoba untuk Bebas

Dibutuhkan pikiran terbuka untuk memahami Titane yang digambarkan dengan polos oleh sineas Julia Ducournau. Berikut review film Titane.

Diperbarui 16 November 2021, 12:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Benda mati bisa jadi gambaran maskulinitas yang acapkali membuat posisi perempuan dalam kultur sosial melemah. Atau sebaliknya, perempuan nekat melawan semampunya seperti yang digambarkan Alexia dalam film ini.

Ia melawan kehamilan dengan beragam cara meski akhirnya, upayanya seperti mendorong tembok. Tenaga habis, namun yang didorong bergeser setengah milimeter pun tidak.

 

Penggambaran Ugal-ugalan

Kedua, Titane sebenarnya penggambaran yang ugal-ugalan soal dampak kesepian dan tidak diterima oleh lingkungan terdekat. Kesepian, penolakan, dan pelecehan seksual sangat mungkin membuat hati nurani korban meranggas.

Saat nurani meranggas, manusia akan kehilangan sisi kemanusiaan. Yang terjadi kemudian, sang tokoh utama menjadi monster bagi diri sendiri maupun orang di sekitarnya. Semengerikan itu.

Ketiga, untuk mengembalikan sisi kemanusiaan itu butuh perjuangan yang berat dan lama. Maka, Titane menggambarkan interaksi mendetail soal bagaimana Vincent memanusiakan Alexia.

Drama Psikologis

Dari janji tak akan menyakiti, membunuh siapapun yang ingin menyakiti Alexia meski itu dirinya sendiri, hingga memberi kasih sayang yang sebisa mungkin tanpa syarat.

Berliku hingga kedua pelaku kehabisan energi. Titane kami maknai sebagai drama psikologis tentang kesepian dengan nuansa fantasi yang liar. Terasa riil meski di banyak titik tidak juga.

Kredit patut diberikan kepada Agathe Rousselle dan Vincent Lindon yang bermain intens dan berani. Keduanya menciptakan jarak kemudian dipangkas perlahan hingga mendapat kedekatan yang pas sekaligus menyentuh.

Kesepian dan Guncangan Jiwa

Julia Ducournau sebagai penulis sekaligus sutradara tahu betul arah film ini dan apa saja nyang hendak disampaikan. Titane bukan tipe film yang bikin nyaman dan melegakan.

Ia menyuarakan kesepian, guncangan jiwa, penerimaan diri, dan bagaimana perempuan yang terbelenggu bisa merasa “bebas” memperlakukan tubuh juga perasaan. Sekali lagi, pikiran terbuka dibutuhkan untuk mengapresiasi Titane yang mengguncang.

 

 

Pemain: Agathe Rousselle, Vincent Lindon, Garance Marillier, Lais Salameh, Adele Guigue, Thibault Cathalifaud

Produser: Jean Christophe Reymond

Sutradara: Julia Ducournau

Penulis: Julia Ducournau

Produksi: Kazak Productions, Frakas Productions

Durasi: 108 menit

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan